Nalar.ID

10 Fakta MRT Jakarta, Bundaran HI – Lebak Bulus 30 Menit

Jakarta, Nalar.IDMass Rapid Transit (MRT) Bundaran HI – Lebak Bulus, segera beroperasi Maret 2019. Saat uji coba dinamis, kereta MRT mampu menembus jalur 16 kilometer dengan menempuh 30 menit.

Berikut fakta-faktanya, dihimpun berbagai sumber, Senin (31/12):

Operasi 20 Maret 2019

Sejauh ini, MRT, telah mencapai perkembangan dan proges signifikan. Diantaranya, mencapai 98,01 persen untuk perincian elevated, depo sebanyak 97,80 persen, dan underground 98,41 persen. Kereta mulai beroperasi 20 Maret mendatang.

Uji Coba

Uji coba MRT sudah dimulai sejak 24 Desember 2018 sampai Februari 2019. Uji coba meliputi pengujian dan pemeriksaan kereta, sinyal, dan instalasi listrik. Sementara, 15 Februari 2019, uji coba full trial run, dengan beroperasi secara langsung tapi belum mengangkut penumpang.

Rangkaian

Sebanyak 16 rangkaian kereta telah berada di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Satu rangkaian terdiri atas 6 gerbong. Dari 16 rangkaian, hanya 14 rangkaian yang akan beroperasi.

desain interior MRT Jakarta - nalar.id
Desain interior MRT Jakarta. NALAR/Istimewa.

Gerbong

Satu gerbong mengangkut 1.950 orang, dengan jarak antar-rangkaian, atau head-way 5 menit di jam-jam sibuk. Sementara pada jam-jam tidak sibuk, jarak rangkaian sekitar 10 menit.

Melintasi 13 Stasiun

Berhenti di 13 stasiun, Bundaran HI – Lebak Bulus mampu ditempuh dengan waktu 30 menit.

Beroperasi 20 Jam

Kereta ini akan beroperasi sampai 20 jam. Buka pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Sesuai survei PR MRT Jakarta, moda transportasi ini akan melayani sampai 130.000 penumpang setiap hari. Survei menyasar sekitar 10 ribu responden, dengan rincian: 65 persen siap pindah ke MRT Jakarta, sementara 5,7 persen tak mau, dan sisanya masih ragu.

Teknologi Jepang

Kereta ini menggunakan teknologi Jepang. Semua pengadaan gerbong, dipasok oleh Sumitomo Corporation dan Nippon Sharyo, dua perusahaan anggota konsorsium MRT Jakarta.

Sistem Otomatis

Kereta beroperasi otomatis. Dilengkapi teknologi kendali kereta berbasis komunikasi (communication based train control). Dengan begitu, masinis hanya pencet tombol buka-tutup, dan starter menjalankan kereta. Pintu penumpang (passenger gate), pintu tepi peron (platform screen door), dan lainnya, juga impor dari Jepang.

Tarif

Soal tarif, PT. MRT Jakarta, masih menunggu keputusan dari pemerintah. Direktur Utama Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengakui, perkiraan tarif sebesar Rp 8.500 – Rp 10.000. Tarif itu berdasarkan kajian yang dilakukan perusahaan bersama tim konsultan. Itu pun, kata Gubernur DKI Anies Baswedan, masih belum final dan bisa diputuskan.

Diperpanjang ke Tangsel

Rencananya, proyek MRT Jakarta, akan diperpanjang sampai Tangerang Selatan. Melintasi Ciputat, Pondok Cabe, Pamulang, Puspitek, Rawa Buntu, sampai Kota Tangerang.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar, Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi