Nalar.ID

10 Negara Terbaik untuk Berbisnis

Jakarta, Nalar.ID – Sabtu (22/12), Forbes merilis daftar negara terbaik untuk berbisnis di tahun 2019. Gross Domestic Product (GDP) dipakai sebagai alat ukur sebuah negara mengembangkan bisnis.

Iklim bisnis terbaik dan paling ramah untuk investasi modal, banyak didominasi dari negara-negara di Eropa. Berturut-turut, Inggris masuk peringkat untuk tahun kedua. Walaupun sebelumnya ada ketidakpastian keluarnya Inggris dari Uni Eropa (atau brexit).

Forbes memaparkan, sebuah negara beriklim baik untuk berbisnis mencakup beberapa hal. Seperti inovasi, hak properti, teknologi, perlindungan investor, pajak, korupsi, kebebasan (pribadi, perdagangan dan moneter), hingga birokrasi.

Selebihnya, yakni ukuran pasar, urukuran pasar, risiko, tenaga kerja, infrastruktur, dan kualitas hidup. Setiap kategori memiliki bobot sama.

Kriteria tersebut berdasarkan laporan terbitan Heritage Foundation, Freedom House, Aliansi Hak Properti, Transparansi Internasional, PBB, Marsh & McLennan, Kelompok Bank Dunia, dan Forum Ekonomi.

Berikut 10 negara terbaik untuk berbisnis:

  1. Inggris

GDP: 2,6 triliun dolar AS

Peringkat beban pajak: 23

Peringkat inovasi: 17

Peringkat tenaga kerja: 3

 

  1. Kanada

GDP: 1,7 triliun dolar AS

Peringkat beban pajak: 19

Peringkat inovasi: 13

Peringkat tenaga kerja: 8

 

  1. Australia

GDP: 1,4 triliun dolar AS

Peringkat beban pajak: 26

Peringkat inovasi: 18

Peringkat tenaga kerja: 9

 

  1. Belanda

GDP: 832 miliar dolar AS

Peringkat beban pajak: 21

Peringkat inovasi: 9

Peringkat tenaga kerja: 14

 

  1. Swiss

GDP: 679 miliar dolar AS

Peringkat beban pajak: 20

Peringkat inovasi: 3

Peringkat tenaga kerja: 23

 

  1. Swedia

GDP: 536 miliar dolar AS

Peringkat beban pajak: 27

Peringkat inovasi: 5

Peringkat tenaga kerja: 22

 

  1. Hong Kong

GDP: 341 miliar dolar AS

Peringkat beban pajak: 1

Peringkat inovasi: 26

Peringkat tenaga kerja: 53

 

  1. Denmark

GDP: 326 miliar dolar AS.

Peringkat beban pajak: 9

Peringkat inovasi: 12

Peringkat tenaga kerja: 22

 

  1. Singapura

GDP: 324 miliar dolar AS

Peringkat beban pajak: 8

Peringkat inovasi: 13

Peringkat tenaga kerja: 42

 

  1. Selandia Baru

GDP: 201 miliar dolar AS

Peringkat beban pajak: 10

Peringkat inovasi: 27

Peringkat tenaga kerja: 40

Lalu, bagaimana dengan posisi Indonesia? Forbes mencatat, Indonesia berada di peringkat 60. Sementara, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1 persen.

Penulis: Veronica Dilla, Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi