Nalar.ID

10 Negara Terbaik untuk Investasi, Indonesia Urut Dua

Jakarta, Nalar.ID – Laporan World Bank Group, menyorot empat faktor syarat negara yang cocok dan layak untuk berinvestasi. Syarat ini meliputi faktor hubungan, lingkungan, masyarakat, serta kerangka kerja negara hingga mendorong individu atau perusahaan berinvestasi. Baik di pasar, sumber daya alam, teknologi, atau merek negara tertentu.

Nalar.ID, melansir informasi dari Business Insider, Senin (19/11). Dari tulisan di A.S. News di catatan itu, teridentifikasi negara-negara terbaik untuk berinvestasi di 2018 melalui Best Countries.

Dalam menentukan daftar seluruh negara, A.S. News menyurvei lebih 21.000 orang seluruh dunia dari 80 negara berbeda. Termasuk ukuran 65 atribut berbeda, kewirausahaan, kualitas hidup, hingga pengaruh budaya. Lalu, terfokus pada 8 dari 65 atribut, yakni korupsi, kewirasuhaan, stabilitas ekonomi, lingkungan pajak menguntungkan, inovasi, pekerja terampil, keahlian teknologi, dan dinamisme.

Berikut 10 negara terbaik berinvestasi. Meliputi total PDB, populasi negara, dan persentase pertumbuhan ekonomi 2018.

Filipina

Populasi 103,3 juta

Total PDB 304,9 miliar dolar AS

Pertumbuhan ekonomi 6,9 persen

Indonesia

Populasi 261,1 juta

PDB 932,3 miliar dolas AS

Pertumbuhan ekonomi 5 persen

Polandia

Populasi 37,9 juta

PDB 469,5 miliar dolar AS

Pertumbuhan ekonomi 2,9 persen

Malaysia

Populasi 31,2 juta

PDB 296,4 miliar dolar AS

Pertumbuhan ekonomi 4,2 persen

Singapura

Populasi 5,6 juta

PDB 297 miliar dolar AS

Pertumbuhan ekonomi 2 persen

Australia

Populasi 24,1 juta

PDB 1,2 triliun dolar AS

Pertumbuhan ekonomi 2,8 persen

Spanyol

Populasi 46,4 juta

PDB 1,2 triliun dolar AS

Pertumbuhan ekonomi 3,3 persen

Thailand

Populasi 68,9 juta

PDB 406,8 miliar

Pertumbuhan ekonomi 3,2 persen

India

Populasi 1,3 miliar

PDB 2,3 triliun dolar AS

Pertumbuhan ekonomi 7,1 persen

Oman

Populasi 4,4 juta

PDB 66,3 miliar dolar AS

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi