Nalar.ID

10 Tindakan ASN Bisa Diadukan sebagai Tindakan Radikal  

Nalar.ID – Ada beberapa tindakan ASN, atau Aparatur Sipil Negara, yang dapat diadukan sebagai tindakan radikal. Inspektur Wilayah III Kementerian Hukum dan HAM Achmad Rifai menyebut, ada 10 tindakan ASN bermuatan radikal yang bisa adukan.

“Ada 10 yang bisa diadukan,” kata Achmad Rifai dalam diskusi di Jakarta belum lama ini. Rifai memaparkan, 10 tindakan tersebut, diantaranya:

1. Memuat teks, gambar, audio dan video yang memuat ujaran kebencian terhadap Pancasila dan UUD 1945.
2. Memuat konten negatif terkait salah satu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
3. Menyebarluaskan pendapat yang menyesatkan melalui media sosial.
4. Menyebar-luaskan pemberitaan yang menyesatkan.
5. Menyebarluaskan informasi yang menyesatkan.
6. Menyelenggarakan kegiatan yang menghina, menghasut, memprovokasi dan membenci Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Pancasila.
7. Ikut serta dalam kegiatan terlarang.
8. Memberikan tanggapan atau dukungan sebagai tanda sesuai pendapat dengan memberikan likes, dislike, love, retweet atau komentar di media sosial.
9. Menggunakan atribut yang bertentangan dengan Pancasila.
10. Menggunakan atribut yang bertentangan dengan Pancasila.

Rifai menambahkan, berdasarkan riset Alvara Research Center, ada19,4 persen pegawai negeri sipil atau ASN yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila.

“Padahal jumlah seluruh ASN ada empat juta orang. Berarti 19,4 persen itu jumlahnya juga besar. Dari riset tadi, kalau ditambahkan dengan pegawai BUMN yang tak setuju dengan ideologi Pancasila ada 9,1 persen, maka jumlahnya bertambah besar,” ungkapnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi