Nalar.ID

104 Pelaku Pasar Modal Perkuat Kerja Sama dengan Dukcapil

Nalar.ID – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) memperpanjang Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 104 pelaku industri Pasar Modal Indonesia (PMI).

PKS ini terkait pemanfaatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Nomor Induk Kependudukan, dan Data Kependudukan.

Kerja sama itu sudah berlangsung sejak November 2016. Saat itu, baru ada 100 pelaku industri PMI yang tanda tangan. Perjanjian kerja sama itu pun berakhir 2019 ini.

Kini, para pelaku PMI kembali melakukan perpanjangan. Penandatanganan kerjasama berlangsung di Jakarta, 18 Desember lalu. Kerjasama ini memperoleh banyak manfaat. Terutama dalam proses peningkatan kualitas data investor dan percepatan pembukaan rekening investasi.

Dari 104 pelaku industri PMI, diantaranya ada 74 perusahaan efek, 19 manajer investasi, dan delapan agen penjual Reksadana. Serta Lembaga Penunjang Pasar Modal, seperti IDX Solusi Teknologi Informasi (IDXSTI), The Indonesian Capital Market Institute (TICMI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kerjasama itu adalah inisiatif KSEI. “KSEI memanfaatkan data kependudukan untuk pendanaan dan validasi data investor,” kata Dirut KSEI, Uriep Budhi Prasetyo, kepada Nalar.ID, belum lama ini.

Pada program Simplifikasi Pembukaan Rekening yang diimplementasikan awal 2019, proses verifikasi jadi mudah dan cepat. Ini berkat penggunaan KTP elektronik dan terhubung dengan data kependudukan di Dukcapil.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi