Nalar.ID

12 Rahasia Sukses Orang Tionghoa, Wajib Tiru

Nalar.ID – Segi ekonomoi, orang Tionghoa bisa terbilang mapan. Masyarakat etnis Tionghoa yang menetap di Indonesia, sekitar 75 persen diantaranya mampu mengelola ekonomi.

Tak sedikit dari mereka memilih terjun di dunia bisnis dan menjadi bos, ketimbang bekerja di perusahaan dan menjadi pegawai biasa. Bahkan, orang Tionghoa jarang mengalami gulung tikat saat menjalankan bisnis. Sebaliknya, bisnis mereka menuai sukses. Bahkan dikenal hingga penjuru dunia.

Penasaran, bagaimana bisnis kaum Tionghoa sukses? Berikut rahasia mereka, seperti Nalar.ID kutip dari Cermati, Minggu (26/5):

Sepenuh Hati

Do what you love, love what you do”. Itu motto orang Tionghoa. Karena tak suka diatur, mereka lebih memilih membuka usaha sendiri dan menjadi bos.

Teliti

Selain berupaya untuk hidup hemat, kebiasaan mereka bisa jelas terlihat saat berbelanja, yakni teliti. Merek membandingkan harga barang satu dengan lainnya. Selain itu, tidak malu berburu barang diskon untuk menghemat pengeluaran.

Passion

Dalam membuka bidang usaha, mereka tidak asal-asalan. Usaha dijalankan berdasarkan passion atau minat. Itu sebab, mengapa mereka selalu terlihat ceria saat bekerja. Apa yang dikerjakan, merupakan apa yang disukai. Alhasil, mereka bisa bekerja dengan sepenuh hati Hasil pun lebih maksimal.

Hidup Hemat

Saat menghadiri pesta ulang tahun rekan bisnis atau jamuan makan malam, penampilan orang Tionghoa terlihat elegan. Namun, penampilan itu sama sekali tak ditunjukkan di kehidupan sehari-hari. Sehari-hari, mereka lebih suka tampil sederhana. Ketika keluar rumah, seolah-olah terlihat seperti orang biasa, padahal jutawan.

Keahlian Manajemen

Orang Tionghoa piawai dalam sistem manajemen pengelolaan usaha. Misalnya, terlihat dari stok barang yang dijual di toko. Mereka tak pernah habis stok barang. Sebab, selalu mengecek ketersediaan barang sebelum toko dibuka di hari berikut. Ini dilakukan agar pelanggan tak kecewa saat belanja di toko itu. Alhasil, pelanggan tetap setia berbelanja di satu toko tanpa ada niat berpindah ke toko lain.

Kerja Keras

Ketimbang leha-leha atau istirahat, orang Tionghoa memilih menghabiskan hari pekan dengan bekerja. Prinsip mereka, hari pekan paling tepat menambah pundi-pundi kekayaan. Selain waktu yang tepat untuk bekerja keras, mereka ingin lebih maju ketimbang orang lain.

Edukasi Bisnis dari Kecil

Kebanyakan, usaha orang Tionghoa adalah turunan usaha keluarga. Jangan heran jika melihat anak-anak orang Tionghoa, mereka ikut membantu orang tuanya saat bekerja. Sebab, ini salah satu budaya mereka mengajari anaknya cara berbisnis yang baik dan benar.

Tepat Waktu

Rutinitas terjadwal dengan baik biasa dimiliki orang Tionghoa. Berbeda dengan pribumi. Misalnya, jadwal bangun pagi, makan, berangkat kerja, hingga seluruh aktivitas selama satu hari. Rutinitas bersifat tetap dan tidak berubah.

Teori Plus Praktek

Budaya dalam berbisnis telah tertanam kuat dalam diri anak-anak dari orang tua Tionghoa sejak cilik. Bagi mereka, mengajarkan teori dalam berbisnis tidak cukup bila tidak berbarengan dengan praktek.

Berani Ambil Risiko

Setiap keputusan yang diambil tak pernah luput dari risiko. Nantinya, sangat berpengaruh untuk kelangsungan bisnis ke depan. Namun, orang Tionghoa tak terlalu memikirkan risiko yang akan terjadi. Sebab, keputusan yang diambil sudah melalui proses analisis panjang.

Ubah Budaya Hidup

Mengawali pola ‘malas’ menjadi ‘pekerja keras’ orang-orang Tionghoa patut ditiru. Siapa tahu, dengan meniru tersebut dapat berubah ke arah lebih baik. Tentu, sekaligus meraih sukses.

Aspek Bisnis

Keputusan tidak dikaitkan pada satu aspek bisnis. Melainkan seluruh aspek bisnis, sehingga mereka bisa menetapkan spekulasi di masa mendatang.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi