Nalar.ID

15 Tips Ade Fitrie Kirana Memulai Usaha Saat Pandemi

Nalar.ID, Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi semua orang. Salah satu yang berpengaruh cukup besar adalah ekonomi sosial. Sebab, pemerintah mengimbau warganya untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Terlebih, aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di beberapa daerah di Indonesia. Banyak perbelanjaan, toko hingga restoran terpaksa tutup selama pandemi. Praktis, ini berdampak pada ekonomi masyarakat.

Dampak pandemi turut dirasakan Ketua Umum Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak (YPPA), Ade Fitrie Kirana. Ia pun harus rela melakukan pengurangan sejumlah pegawainya akibat dampak pandemi.

“Yaaa, so sorry. Itu pun harus terjadi terhadap sebagian pekerja saya. Namun, apa boleh buat, di kala kondisi pandemi dan tidak produktif, yang ada semakin memberatkan,” kata pemilik usaha AFK Beauty Skincare dan AFK Cookies ini.

Di sisi lain, dalam kondisi seperti ini, banyak orang memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Beberapa diantaranya memilih untuk membuka peluang bisnis baru.

Sejumlah peluang bisnis dapat dicoba untuk mengatasi kelesuan ekonomi lesu karena pandemi. Ade Fitrie Kirana memaparkan beberapa tahapan untuk memulai usaha di tengah pandemi. Berikut keterangan khususnya, Senin (15/6/2020).

Apa saja?

1. Lihat Kemampuan

Pertimbangan matang ini perlu agar bisnis yang akan Anda lakukan berbuah manis. Hal ini untuk melihat kemampuan dan bakat. Selain kemampuan keuangan dan waktu. Pilih sektor bisnis, yang sekiranya Anda memiliki kemampuan baik didalamnya. Bisa memilih membuka bisnis kuliner, otomotif, media, dan sebagainya.

2. Siapkan Produk

Menyiapkan produk yang akan di jual. Buat dan kemas semenarik mungkin untuk memancing pembeli. Jika produk menarik, unik, dan berkualitas maka bersiaplah untuk mendapatkan penawaran terbaik dari orang lain yang akan berinvestasi dalam bisnis Anda.

3. Orisinalitas

Hindari untuk meniru atau menggandakan produk yang telah menjadi andalan bisnis orang lain. Usahakan untuk mencari ide produk bisnis Anda sendiri yang berbeda dari sebelumnya.

4. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor juga berpengaruh terhadap bisnis. Jika berniat membuka bisnis yang memerlukan pekerja, faktor ini menjadi penting bagi Anda.

5. Perhitungan Keuangan

Hitung secara seksama kemampuan keuangan Anda untuk memberikan pekerjaan kepada orang lain.

6. Kerjasama

Edukasi dan kerjasama yang kuat mengenai produk akan meningkatkan kualitas bisnis Anda. Hal ini bisa menjadi salah satu alternatif yang baik untuk menolong orang lain jika pandemi Covid-19 berakhir.

7. Segmentasi

Cara memulai bisnis ketika pandemi berakhir adalah dengan memperhatikan segmentasi pelanggan bisnis Anda nantinya. Perhatikan kalangan usia untuk produk yang dihasilkan. Semakin minim segmentasi produk, bisa memaksimalkan produk Anda dalam menjamah banyak konsumen.

8. Pikirkan Konsumen

Usahakan untuk membuat bidang bisnis yang dapat menjamah banyak konsumen. Dengan begitu, bisnis Anda akan dapat berkembang pesat dalam hitungan waktu yang relatif pendek.

9. Komunikasi

Dalam semua sektor bisnis, komunikasi adalah hal penting. Cara berikutnya untuk memulai bisnis adalah dengan mempertimbangkan aspek komunikasi. Perhatikan metode dan cara komunikasi yang akan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis Anda kepada publik.

10. Luwes

Hindarkan untuk menggunakan metode komunikasi yang kaku. Sebab, cara komunikasi yang cair akan lebih memikat pelanggan untuk mengunjungi bisnis Anda.

11. Media Sosial

Keberadaan media sosial di era kini perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis. Cara memulai bisnis ketika pandemi berakhir adalah mulai memikirkan strategi penjualan dengan menggunakan media sosial.

12. Hemat Pengeluaran

Media sosial menjadi metode pemasaran yang perlu dipertimbangkan, karena dapat menghemat pengeluaran. Selain itu bisa menjangkau pelanggan dengan daya yang sangat besar.

13. Konten Menarik

Maksimalkan pemasaran melalui Facebook, Instagram, Twitter dan sebagainya dengan membuat konten produk yang menarik. Bisa juga menggunakan akun media sosial Anda yang selama ini digunakan, atau membuat akun baru. Namun, alangkah baiknya jika memasarkan bisnis melalui akun media sosial yang Anda miliki sebelumnya.

14. Digitalisasi

Cara berikut untuk memulai bisnis adalah mempertimbangkan dalam melakukan digitalisasi bisnis. Cara ini diklaim dapat menghemat waktu dan pengeluaran, sehingga bisnis Anda akan dapat berjalan dengan maksimal.

15. Tata Kelola

Terakhir, kesalahan dalam melakukan administrasi pada bisnis akan dapat ditekan. Dengan begitu, kualitas administrasi dan pengelolaan bisnis akan tetap terjaga dengan baik. Sehingga, Anda dapat mempergunakan waktu dan keuangan pada hal yang lebih penting lainnya untuk memajukan bisnis Anda.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi