Nalar.ID

2023, Erick Thohir Ingin 10% Direksi BUMN Diisi Pemuda

Nalar.ID, Jakarta – Indonesia perlu menyiapkan anak-anak muda yang memiliki literasi digital yang tinggi dan mampu berinovasi.

“Tahun 2030, Indonesia akan membutuhkan 17 juta tenaga kerja untuk ekonomi digital,” tukas Menteri BUMN Erick Thohir, dalam acara Pre-Summit 2 Youth20 (Y20) Indonesia 2022: Transformation Digital, pekan lalu, kepada media.

Diketahui, Y20 adalah engagement group Bidang Pemuda dari G20 yang dihadiri oleh 100 pemimpin muda global dari 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Y20 menjadi sarana bagi para pemimpin muda untuk berdiskusi mengenai isu-isu paling mendesak yang dihadapi pemuda. Khususnya di empat area prioritas pembahasan, yaitu ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta isu keberagaman dan inklusi. 

“Tantangan hari ini jauh lebih besar, yakni ketahanan kesehatan, disrupsi digital, dan krisis global supply chain. Tantangan ini perlu dipersiapkan dan dihadapi bersama agar anak muda mampu menjadi agen perubahan,” sambungnya.

Bonus demografi Indonesia saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencapai visi Indonesia 2045 menjadi negara maju. Dengan dominasi milenial dan Gen Z sebesar 54% dari total penduduk Indonesia, pembangunan di masa depan sangat bergantung pada pemuda.

“Tujuan kita adalah Human-Centered Society yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan menyelesaikan masalah sosial, dengan sistem dunia nyata dan maya yang terintegrasi,” tandasnya. 

Dunia telah berkembang pesat dan memerlukan pemuda yang cepat beradaptasi. “Kalau dulu kita mengenal program listrik masuk desa, sekarang kita masuk babak baru dengan WiFi masuk desa. Kita bangun konektivitas WiFi menggunakan akses satelit broadband yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” lanjutnya. Dengan demikian, akses informasi yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia dapat tercapai.

Dunia bergerak menuju net zero emission pada 2060. Kementerian BUMN turut mendorong pemenuhan target ini melalui transformasi transisi energi, mulai dari hal terkecil di tingkat rumah tangga membentuk ekosistem energi, serta pembentukan ekosistem energi terbarukan, seperti ekosistem kendaraan bermotor listrik di berbagai wilayah nusantara.

Dari sisi keberagaman dan inklusi, Erick menyampaikan bahwa Kementerian BUMN berkomitmen memberikan kesempatan yang sama kepada para pemuda untuk mendorong kepemimpinan muda.

“Di tahun 2023, saya ingin 10% direksi BUMN diisi oleh anak-anak muda. Perempuan juga harus andil menjadi bagian hal ini. Minimal 25 % direksi BUMN kita adalah perempuan. Selain itu, talenta-talenta BUMN akan kita dorong untuk digital ready,” tambahnya. 

Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi