Nalar.ID

2025, Schneider Electric Targetkan 100% Energi Terbarukan

Nalar.ID, Jakarta – Schneider Electric, pemimpin transformasi digital pengelolaan energi dan otomasi, dan the world’s most sustainable corporation 2021 menurut Corporate Knights, mempertegas komitmennya pada praktek sustainability guna mendukung pencapaian emisi nol bersih. Lalu, pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity) dan pemberdayaan komunitas lokal.

Melalui pabrik pintarnya di Cikarang, Schneider Electric menargetkan netralitas karbon pada 2025 dengan pemanfaatan 100 persen energi terbarukan sebagai sumber energi listrik. Serta penerapan green supply chain, seperti mengurangi air freight ratio di sektor logistik dan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di sektor kemasan produk hingga dapat mencapai zero waste dalam pengelolaan sampah.

Sejak 2017, pabrik Schneider Electric di Cikarang melakukan digitalisasi melalui penerapan teknologi digital dan otomasi dengan solusi EcoStruxure untuk produktivitas dan efisiensi operasionalnya.

Pabrik pintar di Cikarang juga melakukan pelestarian keanekaragaman hayati di lingkungan pabriknya antara lain dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, menghemat air, memperkuat dan melestarikan ekosistem lingkungan.

Dalam pemberdayaan komunitas lokal, pabrik pintar di Cikarang telah melatih lebih dari 1.000 orang. Mencakup tenaga pendidik dan siswa. Serta menyerap lebih dari 500 tenaga kerja dari SMK sekitar wilayah Cikarang.

Astri Ramayanti Dharmawan, Business Vice President Sustainability Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.

“Schneider Electric memiliki misi jadi mitra digital untuk sustainability dan efisiensi. Secara global, kami memulai perjalanan sustainability sejak 2005 dan terus memperbarui komitmen sustainability kami,” ujar Astri Ramayanti Dharmawan, kepada Nalar.ID.

Adapun, Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021-2025 terbaru berfokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB. Mencakup enam komitmen jangka panjang. Melibatkan bisnis dan mitra kami, pelanggan, dan komunitas lokal.

Beberapa di antaranya, mempercepat pencapaian netralitas karbon dalam lingkup operasional perusahaan tahun 2025, dan emisi nol bersih tahun 2030.

Lalu, menyediakan akses terhadap pendidikan dan pengembangan keahlian di bidang energi ke satu juta orang di seluruh dunia. Serta mengembangkan inisiatif lokal untuk pemberdayaan komunitas dimana kami beroperasi.

“Salah satu komitmen sustainability kami di Indonesia tercermin dalam pabrik pintar di Cikarang. Ini contoh dan pembuktian penerapan digitalisasi dan sustainability menciptakan harmonisasi pengelolaan ekosistem kerja yang lebih sehat, berkualitas, efisien dan berdampak positif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sebagai pabrik Engineered-to-order Schneider Electric terbesar di Asia ini, Schneider Electric Cikarang adalah pabrik perakitan panel dengan spesifikasi khusus untuk berbagai macam produk dari peralatan listrik bertegangan rendah hingga menengah.

Terletak di kawasan industri EJIP (East Jakarta Industrial Park), dengan area eluas 33.000 meter persegi, pabrik Cikarang mempekerjakan 800 karyawan. Lalu, memiliki sertifikasi standar nasional dan internasional mencakup ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 50001 dan SMK3.

Schneider Electric Cikarang menggabungkan sistem otomasi industri dan pemanfaatan energi terbarukan yang dapat meningkatkan visibilitas dan koordinasi antar operator, serta meningkatkan efisiensi energi hingga 15% dan pelestarian lingkungan.

Tak hanya itu, Schneider Electric Cikarang juga menerapkan energi terbarukan dengan PLTS yang menghasilkan hingga 228MWh per tahun. Lalu, mengurangi emisi karbon hingga 181 ton CO2 per tahun, atau setara dengan menanam 900 pohon per tahun.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi