Nalar.ID

23 Kopi Indonesia Sabet Penghargaan di Paris, Tikung AS dan Brasil

Jakarta, Nalar.IDPenikmat kopi asli Indonesia patut berbangga sebab mampu melebarkan peluang ekspor kopi ke mancanegara. Oktober lalu, 23 kopi lokal Indonesia meraih penghargaan di Paris, Prancis.

Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman, dalam siaran tertulis yang diterima Nalar.ID, menyebut bahwa pihaknya mengapresiasi kerja keras petani kopi lokal. Termasuk pengusaha pengolahan kopi di Indonesia. Ia menilai, indikasi kualitas produk kopi Indonesia sudah semakin diakui pasar global. “Supaya lebih bersaing sesuai selera pasar internasional,” kata Andi

Diketahui, 23 kopi dari 11 produsen di Indonesia, berhasil memenangkan penghargaan di arena pameran The Salon Internasional de l’Agroalimentaire (SIAL) Agrofood di Paris. SIAL Agrofood adalah salah satu pameran agrofood terbesar di dunia.

Ke-23 kopi lokal Indonesia peraih penghargaan, diantaranya:

  • AEKI koperasi koerintji – Bronze Gourmet
  • AEKI Garut Dr. Arffi – Bronze Gourmet
  • AEKI Kintamani – Simple Gourmet
  • AEKI D’Lampung – Bronze Gourmet
  • AEKI Temanggung Farmer Deddy – Bronze Gourmet
  • AEKI Toraja Sulotco – Silver Gourmet
  • Anomali Coffee Gunung Halu – Silver Gourmet
  • Arabica Van Cidaweung – Simple Gourmet
  • Cimbang Sinabung – Simple Gourmet
  • Gayodi – Simple Gourmet
  • Javanero Pasundan Natural – Simple Gourmet
  • Javanero Pasundan – Simple Gourmet
  • Javanero Papandayan – Simple Gourmet
  • Kopiku Tanah Air Kita, Papaku Manggarai – Gold Gourmet
  • Kopiku Tanah Air Kita, Gembala Baik – Bronze Gourmet
  • Le Plein d’Sens Kopi Luwak France – Gold Gourmet
  • Locarasa, Yogyakarta Volcanic Merapi – Simple Gourmet
  • Mangani Bali, Sweet Honeydew – Gold Gourmet
  • Onepus Takengon – Bronze Gourmet
  • Robusta Van Catangmalang Winey – Silver Gourmet
  • Robusta Van Catangmalang Ciragi – Bronze Gourmet
  • Tanamera Flores Honey – Silver Gourmet
  • Tanamera Bali Umejero – Silver Gourmet

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Presiden AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products) Philippe Juglar, kepada Deputy Chief of Mission dari KBRI Paris Agung Kurniadi, dan Annelis Putri, Country Manager AVPA Indonesia. Mereka mewakili produsen kopi Indonesia yang tak hadir. “Presiden Juri AVPA André Rocher terkejut oleh kualitas kopi Indonesia yang sangat bervariasi,” kata Annelis Putri.

Ahli organoleptik, yang sangat mengenal dunia kopi sejak menjadi penanggung jawab kualitas kopi di Douwe Egberts (1971), serta Jacobs dan Kraft Foods/Mondelez International (sampai 2009), juga mengatakan, kopi Indonesia banyak kemajuan.

Roasting Terbaik

Apresiasi serupa juga datang dari juri Serge Edmond. Ia menilai, kopi Indonesia berkualitas roasting (sangrai) yang baik. “Penikmat kopi di Prancis suka light sampai medium roast,” imbuh Edmond.

Sekadar informasi, kompetisi ini digelar AVPA sepanjang bulan Oktober 2018. Diikuti lebih 170 produsen kopi dari seluruh dunia. Selain Indonesia, ada dari Laos, Kongo, Amerika Serikat (Hawaii), Tanzania, Togo, Meksiko, Peru, Brasil, Kamerun, Kolombia, Gabon, El Salvador, Honduras, Kenya, dan Puerto Rico.

AVPA merupakan organisasi di Prancis. Organisasi in punya kepedulian membantu produsen produk pertanian dari seluruh dunia. Terutama memasarkan produk mereka di Eropa. Setiap tahun, AVPA menyelenggarakan kompetisi ‘Coffee roasted in their country of origin’ untuk membantu pemasaran roasted coffee (kopi disangrai) negara produsen di Eropa.

Di kompetisi ini, Indonesia jadi negara kedua yang meraih penghargaan terbanyak, setelah Kolombia (25 penghargaan untuk 14 produsen). Penghargaan Gourmet terbagi empat kategori, yakni Gold Gourmet, Silver Gourmet, Bronze Gourmet, dan Simple Gourmet.

Dari 23 penghargaan untuk produk kopi Indonesia, tiganya memenangi kategori Gold Gourmet, yakni Kopiku Tanah Air Kita – Papaku Manggarai (produsen dan roastery), Le Plein d’Sens – Kopi Luwak France, dan Kawi Mengani Bali – Sweet Honeydew.

Indonesia Eksportir Terbesar di Dunia

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mencatat, Indonesia salah satu negara eksportir kopi terbesar di dunia. “Produksi kopi Indonesia per tahun mencapai 630.000 ton. Ini secara keseluruhan, belum termasuk ekspor. Ekspor, biasanya mencapai 430.000 atau 450.000 ton. Selebihnya, sekitar 160.000 – 170.000 ton untuk (konsumsi) dalam negeri,” ungkap Wakil Ketua AEKI Pranoto Soenarto, belum lama ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, ekspor kopi nasional tahun 2017 tumbuh 12,56 persen menjadi 464 ribu ton, dari tahun sebelumnya.

Sementar, total nilai ekspor cukup fantastis. Per tahun, total ekspor industri kopi, senilai 1,2 dolar AS miliar atau sekitar Rp16,8 triliun (sesuai kurs Rp14.000 per USD). Total nilai ekspor itu, katanya, tak selalu sama dan bisa berubah, tergantung harga kopi di pasar dunia.

Amerika Serikat (AS) menjadi pasar kopi terbesar bagi Indonesia. Sebanyak 63 ribu ton atau 13 persen dari total ekspor kopi nasional, dikirim ke AS, dengan nilai 256 juta dolar AS. Selain AS, negara tujuan ekspor utama kopi Indonesia lain, yakni Jepang, Jerman, Malaysia, Rusia, dan Italia.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar, Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar | Sumber: BPS, AEKI

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi