Nalar.ID

3 Kategori Pengangguran Dapat ‘Gaji’ dari Jokowi

Nalar.ID – Rencananya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan insentif uang kepada para masyarakat usia produktif. Terutama, pengangguran alias yang belum punya pekerjaan. Caranya, melalui program Kartu Pra-Kerja.

Pemerintah, melalui Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menuturkan, ada sejumlah kriteria penerima Kartu Pra-Kerja dan dapat berbagai fasilitas yang telah ditetapkan pemerintah.

Setidaknya, kata Hanif, mewakili tiga kelompok besar. “Pertama, para pencari kerja, atau masyarakat baru lulus sekolah SMA atau perguruan tinggi. Kedua, mereka yang butuh peningkatan keterampilan (upskilling). Terakhir, para korban PHK,” kata Hanif, di Komplek Istana Presiden, belum lama ini.

Ia menambahkan, dalam kartu Pra-Kerja, ada fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Mulai dari pelatihan tiga bulan hingga mendapatkan sertifikasi, serta insentif usai pelatihan.

Insentif Pengganti
Sementara, untuk peningkatan keterampilan dilakukan selama dua bulan. Sementara, bagi pekerja yang menjalani tersebut akan mendapatkan insentif pengganti, sebab selama pelatihan tidak diberi upah oleh perusahaan.

“Ketika dia enggak kerja, kan kehilangan upah. Itu insentif dikasih. Ini namanya insentif pengganti upah,” ucap Hanif.

Meskipun bernama insentif pengganti upah, nanti, itu apakah 100 persen upah, 75 persen upah, atau 50 persen upah, itu adalah simulasi fiskal. “Nanti kalau itu kita tunggu dari Kemenkeu,” imbuhnya.

Fasilitas berikutnya, yakni re-skilling bagi para korban PHK. Durasi pelatihan selama dua bulan. “Lalu diberi sertifikat dan dapat insentif selama masa pelatihan,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi