Nalar.ID

3 Sektor Pekerjaan Ini Rentan Tergerus Digitalisasi

Jakarta, Nalar.ID – Ada sejumlah sektor kerja yang paling rentan tergerus teknologi dan digitalisasi. Yaitu, media massa cetak, perhotelan, dan keuangan. Demikian analisa ekonom dan Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali, dalam diskusi di Jakarta, Senin (19/11).

Walau tidak punya angka proyeksi pasti soal penurunan kesempatan kerja pada beberapa sektor, ia sudah menganalisa ‘fenomena’ ini dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya, sektor industri keuangan seperti bank.

“Bank sudah enggak lagi buka kantor cabang dan mengurangi penerimaan pegawai jumlah besar. Tapi ini enggak membuat PHK (di sektor keuangan) semakin marak. Belum sepenuhnya bank mengurangi pegawainya,” katanya.

Sementara, pada sektor media cetak, mulai tergambar sejak bergugurnya bisnis media cetak atau surat kabar di Indonesia yang tergantikan oleh media jaringan atau online. “Bidang sektor perhotelan juga (tergerus). Orang lebih suka memanfaatkan (penyewaaan) kondominium dan kamar kos untuk menginap. Misalnya, pakai aplikasi AirBnB,” imbuhnya.

Industri Baru

Walau tenaga kerja di sejumlah sektor industri tersebut rentan tergantikan digitalisasi, sejatinya, kata Rhenald, akan selalu ada sektor pekerjaan baru yang siap mengganti industri lama. “Tujuannya untuk menyerap tenaga kerja. Ini sudah jadi hukum alam. Perputaran roda ekonomi, ya,” tukasnya.

Sayangnya, Rhenald, belum bisa memprediksi, apakah kemampuan serapan industri baru, sanggup menampung seluruh ‘buangan’ dari industri lama.

Rhenald, menyontohkan, pada sektor keuangan pada bank. Sektor keuangan ini, mungkin bakal mengurangi kuota tenaga kerja. “Tapi munculnya fintech (financial technology atau perusahaan berbasis teknologi keuangan), bisa ikut menggantikan,” jelasnya.

Fintech akan naik dalam jangka pendek. Hingga fintech benar-benar optimal, maka penyerapan lapangan kerja di bank ikut mulai berkurang. Rhenald, mengkalkulasi, misalnya, ada 200 fintech. “Masing-masing butuh tenaga 30 orang, sudah menyerap sampai 6.000 pekerja,” ungkapnya.

Selain kemunculan alternatif industri anyar di sektor serupa, ada industri informal yang menjadi salah satu solusi akan tergerusnya kesempatan kerja dari dampak digitalisasi.

“Misalnya, layanan delivery lewat aplikasi online,” sahutnya. Syaratnya, para pekerja yang ingin merintis atau menjajl bidan pekerjaan baru ini harus akrab dan melek teknologi. Kedepan, juga akan ada banyak restoran bisa bikin di rumah dan antar-jemput pakai aplikasi itu (seperti layanan pesan antar Go-Jek_red),” tutupnya.

Penulis: Febriansyah R.| Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi