Nalar.ID

3 Tips Memimpin Perusahaan di Usia Muda

Jakarta, Nalar.ID – Saat ini, banyak kalangan dan generasi muda menjadi Chief Executive Officer atau CEO.

Alina Morse (13 tahun, Zollipops), Moziah Bridges (16 tahun, Mo’s Bows), Rachel Ziets (18 tahun, Gladiator Lacrosse), hingga Abby Kircher (18 tahun, Abby’s Better), adalah beberapa nama yang dipercaya dengan kepemimpinan di usia muda.

Bagaimana memberikan tips memimpin perusahaan di usia muda? Direktur Utama Bank Central Asia (BCA) Tbk., Jahja Setiaatmadja, memberi tips untuk Anda.

Apa saja?

Matang Emosional
Perlu belajar dari kaum kolonial. “Kolonial itu angkatan saya,” kata Jahja. Katanya, cobalah ambil wise-nya, bagaimana kematangan sebagai pemimpin, jangan emosional. Hadapi segala sesuatu dengan tenang. Sabar memberi hasil lebih baik. Terlebih jika dilengkapi kepiawaian teknologi dan pengetahuan, jauh lebih hebat dari angkatan saat ini. 

Skill Teknologi dan Digitalisasi

Penting memiliki kemampuan dan pengetahuan teknologi dan digitalisasi. Ini bagian dari menuju hal-hal baru di era milenial.

Mature dan Wise

Terus mencoba dan gali. Prinsipnya: mature dan wise. Kedua ini tak bisa digantikan dengan instan. Ibarat kopi instan, agar tersaji cepat, bila mengharapkan good quality, harus betul-betul di roasted (sangrai) cukup lama. Lalu diseduh dan dinikmati wanginya. Untuk menjadi mature dan wise di era milenial, tak bisa dicapai dalam waktu 1-2 malam.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi