Nalar.ID

4 Alat Canggih BPPT Emban Misi Lion Air JT-610

Jakarta, Nalar.ID – Kapal Riset (KR) Baruna Jaya I milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tiba di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10) pukul 05.00 WIB.

Kapal ini berangkat dari Dermaga Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (29/10) malam. “Dan ikut membawa misi pencarian black box (kotak hitam) pesawat Lion Air JT 610,” kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan (Teksurla) BPPT, M.Ilyas, dalam siaran tertulis, Selasa (30/10).

Membawa misi khusus, kapal ini membawa empat alat canggih. Fungsinya, mengidentifikasi lokasi dan titik koordinat JT 610. Berikut empat alat canggih, termasuk spesifikasinya:

Multibeam Echosounder Hydrosweep DS

Alat pemetaan topografi dasar laut secara akurat. Mampu mengukur hingga 11.000 meter kedalaman. Diletakkan di lunas kapal (ditanam). Memberi gambaran di dasar laut, bagaimana permukaannya. Jika ada pesawat di dasar laut, ada perubahan di dasar dan tahu bagaimana benda di sana.

Side Scan Sonar Edgetech 4125

Ini alat pemindai objek permukaan dasar laut, seperti pipa bawah laut dan karam. Termasuk mampu membedakan sedimen pembentuk dari permukaan dasar laut. Juga mendeteksi suara dan membedakan besar-kecil partikel penyusun permukaan dasar laut. Seperti pasir, lumpur, tipe-tipe dasar perairan, atau batuan.

G-882 Marine Magnetometer

Menempel di dasar kapal.Berfungsi mendeteksi objek logam atau metal di bawah air. Salah satunya mendeteksi logam pada pesawat karam di dasar laut.

ROV – Seaeye 12196 Falcon

Bentuk seperti robot penyelam. Robot dikendalikan remote control guna melakukan pencarian objek bawah laut. Dilengkapi kamera. Mampu menyelam sampai 1.000 meter dan memberi visualisasi gambar. Alat ini pernah dipakai saat pencarian KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba (Juni 2018) dan Air Asia QZ8501 (28 Desember 2014). Jika tiga alat itu menempel di dasar kapal, ROV berjalan di bawah permukaan laut dan dioperasikan dari dalam kapal.

Penulis: Randy RH | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi