Nalar.ID

4 Fakta Mobil Esemka, Mau Coba?

Jakarta – Jumat (6/9) lalu, Presiden Joko Widodo bertandang ke pabrik mobil Esemka, PT Solo Manufaktur Kreasi di Boyolali, Jawa Tengah. Ia turut menyaksikan peluncuran perdana mobil lokal tersebut.

Diketahui, sebelum dikembangkan oleh perusahaan swasta, semula, mobil ini adalah karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ada sejumlah SMK terpilih untuk merakit mobil.

Diantaranya, SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, SMKN 2 Surakarta, SMKN 5 Surakarta, SMK 1 Singosari Malang, dan SMK Warga Surakarta. Mobil-mobil hasil rakitan siswa tersebut lantas mulai muncul tahun 2007.

Kala itu, para siswa SMK mulai giat merakit mobil dengan alat seadanya. Salah satunya di fasilitas perakitan di Solo, Jawa Tengah. Debut produk mereka berupa Sport Utility Vehicle (SUV) bernama Rajawali.

Sayangnya, Rajawali tak lolos uji tipe di Dinas Perhubungan (Dishub) pada 2010. Alasannya, emisi gas kendaraan dan lampu yang berlebih. Setelah dilakukan banyak perbaikan, uji tipe selanjutnya Esemka dinyatakan lolos.

Hingga khirnya, tahun 2018, ada 11 mobil Esemka lolos uji. Mau tahu apa saja fakta lain tentang kendaraan besi karya anak bangsa ini?

1. Spesifikasi
Mobil ini dibekali mesin 1.2 L E-power 14 DOHC. Daya maksimum setara 72 kW. Torsi maksimum 119 Nm. Untuk dimensi, panjang 4.560 mm, lebar 1.645 mm, dan tinggi 1.890 mm. Sementara, boks ukuran 2.750 mm x 1.600 mm x 460 mm.

2. Harga Kompetitif
Harga Esemka dilepas Rp 95 juta off the road. Dengan harga yang terjangkau ini, perusahaan berkeyakinan, mobil ini mampu laris di pasaran.

3. Akan Banyak Tipe 

Rencananya, PT. Solo Manufaktur Kreasi akan meluncurkan empat tipe mobil Esemka. Ini sesuai Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian.

4. Empat Tipe Mobil

Apa saja tipenya? Mulai dari kendaraan komersial tipe pick up single cabin bernama Bima – Esemka. Lalu, tipe penumpang double cabin, Digdaya – Esemka. Satu tipe lagi, kendaraan penumpang minivan bernama Borneo- Esemka.

Apa pun mobilnya, baik Esemka atau lainnya, bila membawa si kecil, jangan lupakan car seat. Duduk di car seat selama perjalanan bisa meminimalkan cedera pada anak jika terjadi kondisi tak diinginkan.

Pemilihan dan pemasangan car seat kurang tepat menyebabkan car seat tak bisa berfungsi maksimal. Seperti dikutip dari The Car Seat Lady, pakar keselamatan penggunaan car seat, Alisa Baer mengatakan bahwa orang tua harus memerhatikan penggunaan car seat. Penggunaan ini disesuaikan dengan tinggi tubuh anak dan usia.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar 

Komentar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi