Nalar.ID

4 Juri Rising Star Indonesia 2018, Siapa Saja?

Jakarta, Nalar.IDRising Star Indonesia, hadir kembali di layar RCTI. Setelah Andmesh Kamaleng, menyabet juara season kedua, mulai 17 Desember 2018 mendatang, penonton Indonesia kembali menjadi saksi perjalanan calon bintang lewat Rising Star Indonesia. Tak hanya ditujukan untuk solois, kompetisi ini menghadirkan kontestan duo/grup dan band.

Sebelum tampil di babak Live Audition, yakni berjuang mendapatkan vote pemirsa untuk mengangkat layar interaktif, para kontestan harus melalui tahapan. Diantaranya bertemu dan seleksi awal oleh para expert atau juri di babak Room Audition. Para expert season ketiga ini merupakan nama-nama yang telah berpengalaman di industri musik Indonesia.

Pertama, Judika. Ia salah satu penyanyi solo pria terbaik Indonesia. Pria Medan ini lahir dari ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Kedua, Rossa, diva-nya Indonesia. Ia memiliki nama dan pengalaman besar. Tak hanya di dalam, tapi di luar negeri. Ketiga, Ariel ‘Noah’ (dulu Peterpan), vokalis band besar dengan lagu-lagu sepanjang masa.

Terakhir, formasi baru jajaran expert, yakni musisi yang telah melahirkan karya-karya romantic dan menyentuh hati. Tak lain adalah Yovie Widianto.

Keterlibatan para expert, tentu, akan membuat tahapan Rising Star Indonesia 2018 patut ditunggu oleh pemirsa. “Selain ketiganya, tahun ini, kami menghadirkan expert baru, Yovie Widianto. Dia komposer luar biasa. Kiprah dan kontribusinya dalam industri musik Indonesia memberikan warna baru,” kata CEO RCTI Kanti Mirdiati, dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, Selasa (27/11).

Program ini, diharapkan menjadi tayangan menarik kepada pemirsa RCTI. Disajikan dengan format dan kemasan acara unik, program ini mengajak pemirsa untuk menjadi juri secara langsung.

Sangat Berbeda

Kemudian, memanfaatkan teknologi aplikasi di smartphone yang dapat di download gratis untuk memilih kontestan favoritnya. Melalui sistem voting ini, membuat ajang ini memiliki keistimewaan tersendiri dan berbeda dari singing competition lain,” jelas Angela Tanoesoedibjo, Managing Director RCTI.

Di tempat yang sama, salah seorang expert, Yovie Widianto, menilai jika kompetisi ini sangat berbeda ketimbang kompetisi sejenis. Sebab, selain solo, juga menghadirkan konsep duo atau grup. Hal senada diutarakan Boril, sapaan akrab Ariel. Ia bersedia menerima tawaran menjadi juri lantaran cocok dengan jiwanya sebagai anak band.

“Dari 2015, band-band belum terlalu terlihat lagi. Cenderung menurun. Di sini, ada macam-macam. Solo, duo, dan band, ada. Saya suka, semua musisi bisa nunjukin bakatnya. Ini bukan musik macam apa, tapi inilah tempatnya (wadah),” jelasnya.

Pendapat serupa turut dirasakan Rossa. Ia ingin memberi pengalaman menyanyi, yang telah lama ia tempa sejak remaja. “Dari kecil, aku sudah ditempa dari panggung. Aku mau bagi pengalaman. Aku mementingkan jiwa dan lagu,” tukasnya.

Mereka tak sendiri. Ada Boy William dan Robby Purba, dua host yang menemani mereka sepanjang acara, sejak awal hingga akhir babak. Mulai dari tahap Room Audition, Live Audition, Live Duel, Play Off, Semi Final, hingga Grand Final.

Penulis: Bobby ED. | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi