Nalar.ID

5 Fakta Bonus Atlet Asian Para Games 2018

Nalar.ID, Jakarta – Ajang olahraga terbesar di Asia untuk penyandang disabilitas, Asian Para Games 2018, berakhir. Perhelatan digelar 6 – 13 Oktober 2018 di Jakarta. Menjadi tuan rumah, Indonesia meraih peringkat ke-5 perolehan 135 medali.

Sama dengan Asian Games 2018, ajang ini mendapat bonus dari pemerintah. Besarannya sama. Untuk medali emas, mendapatkan Rp 1,5 miliar. Presiden Jokowi menyerahkan bonus kepada para atlet Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/10), beberapa jam sebelum closing ceremony.

Ini sejumlah fakta bonus kepada atlet Indonesia di Asian Para Games 2018:

135 Medali

Dari total 135 medali, tersebar ke 37 medali emas, 47 medali perak, dan 51 medali perunggu. Atas perolehan ini, Indonesia meraih peringkat kelima. Sebelumnya, Jokowi, pernah target di peringkat 16 dan delapan.

Kalahkan Asian Games 2018

Perolehan 135 medali ini menyalip 98 medali pada Asian Games 2018 lalu. Dengan rincian 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Di Asian Games 2018, Indonesia harus terhenti di peringkat keempat.

Angka Bonus

Nominal bonus tak beda dengan Asian Games 2018. Di Asian Para Games 2018, medali emas perorangan sebesar Rp 1, 5 miliar. Perak Rp 500 juta, dan perunggu Rp 250 juta. Pada ganda, Rp 1 miliar untuk emas. Sementara, perak dan perunggu, masing-masing Rp 400 juta dan Rp 200 juta. Lalu, untuk beregu emas Rp 750 juta. Serta perak dan perunggu, dengan Rp 300 juta dan Rp 150 juta.

Tanpa Potong Pajak

Bonus langsung masuk ke rekening para atlet dan pelatih. Tak ada potongan apapun, termasuk pajak. Informasi ini ditegaskan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Sabtu (13/10). Pajak dibayar utuh oleh pemerintah.

Negara Tak Rugi

Bonus dicairkan dari APBN. Besaran bonus menambah biaya yang digelontorkan negara dari APBN. Presiden Jokowi meyakini, bonus tak membuat rugi negara. Katanya, bonus setimpal dengan usaha dan kerja keras para atlet di ajang internasional tersebut.

Penulis: Veronica Cathlea | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi