Nalar.ID

5 Karakter Pegawai Idaman Bos

Nalar.ID Para pimpinan perusahaan, biasanya mencari pegawai dengan pengalaman dan ketrampilan beda-beda. Terlebih, ini untuk menggenjot dan mengembangkan sebuah perusahaan atau bisnis.

Rupanya, ada kesamaan karakter yang disukai para atasan dalam menentukan kriteria pegawai. Dikutip dari Business Insider, Kamis (21/2), berikut karakter pegawai yang disukai para bos, menurut ahli karir dan penulis Brian Tracy.

Lihai Manajemen Waktu
Bukan sekadar habis 12 jam di kantor. Pimpinan lebih terkesan oleh mereka yang bisa melakukan banyak hal dengan waktu lebih sedikit. Kata Tracy, banyak produktivitas ditentukan oleh keterampilan manajemen waktu. Kemampuan merencanakan, mengatur, menetapkan prioritas, memecahkan masalah, hingga menyelesaikan pekerjaan.

Integritas
Ini kualitas paling penting untuk sukses di kehidupan dan tempat kerja dalam jangka panjang. Bersikap jujur ke orang lain dan diri Anda akan menunjukkan ke atasan bahwa Anda setia.

Daya Tahan
Kata CEO Ladders, Marc Cenedella, daya tahan membedakan, mereka yang berkembang dan goyah di tempat kerja. Kata Cenedella, pimpinan mencari pegawai yang bisa memertahankan tujuan mereka melalui tantangan sulit. Lalu bangkit saat ada yang salah, dan melihat proyek menuju kesuksesan. Senada dengan Cenedella, pengusaha dan pelatih karier Judge Graham, menilai, ketahanan dipakai guna menangani stres. Ini sangat penting, katanya.

Fokus
Bagaimana menyusun hari dengan keterampilan manajemen waktu baik, kemampuan untuk fokus tetap terjaga. Tetap pada zona yang membuat Anda berkonsentrasi baik. “Berpikir tunggal hingga pekerjaan selesai,” ucapTracy.

Ada pula yang mengatakan, fokus merupakan karakteristik yang membedakan pengusaha dengan orang pintar lain. Fokus ke pelanggan juga bagian karakteristik penting. Ia menekankan, harus memertahankan fokus tanpa henti dan selalu melakukan yang terbaik bagi pelanggan.

Berani
Ciri lain yang membuat pengusaha berbeda yakni, tidak takut gagal. Sekalipun ada tingkat ketidakpastian tinggi dan kemungkinan gagal. CEO dan pendiri Amazon, Jeff Bezos adalah salah satu dari sekian banyak orang sukses yang mengadvokasi ide untuk menerima kegagalan.

Kata Bezos, untuk menciptakan, harus bereksperimen. Jika Anda tahu sebelumnya bahwa itu akan berhasil, itu bukan percobaan. Namun, sebagian besar organisasi merangkul gagasan penemuan, tapi tak bersedia menanggung serangkaian percobaan gagal yang diperlukan agar sampai ke sana.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi