Nalar.ID

5 Usaha Potensial di 2019

Jakarta, Nalar.ID – Tahun 2019 masih hitungan hari. Memulai sebuah usaha bukan lagi hal sulit. Terlebih, dukungan teknologi yang kian memudahkan pekerjaan Anda. Di sisi lain, tak semua bidang usaha mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Semua kembali kepada pengelolaan usaha yang Anda jalankan. Bergerak, melambat, stagnan, atau melaju kencang.

Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UKM, di Indonesia, hingga akhir 2018, jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah menembus 58,97 juta orang.

Berikut lima jenis usaha dapat Anda coba di 2019, seperti dikutip cekaja.com, Kamis (17/1).

Trading Emas

Usaha ini tak melibatkan Anda dengan pembeli. Trading emas online melalui pasar forex memberi keuntungan sesederhana membeli emas di harga terendah, lalu menjual lebih tinggi. Berbeda dengan investasi emas konvensional, yang mengharuskan investor membeli emas fisik terlebih dahulu, di pasar forex, hanya butuh investasi modal dengan minimal Rp5 juta.

Dengan transaksi triliunan per hari, trader bisa transaksi trading dengan volume besar untuk meraih profit banyak dari trading itu. Terlepas keuntungan, ada risiko yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, kenaikan suku bunga. Kenaikan ini memicu fluktuasi harga komoditi di pasar forex. Baik yang berhubungan dengan trading mata uang atau emas.

Party Planner

Tahu istilah ini? Yup, banyak kesibukan dan mobilitas padat, membuat setiap orang tidak sempat merencanakan acara spesial. Seperti bridal shower, pertunangan, hingga pesta ulang tahun, dan pesta lainnya.

Kadang, pada akhirnya, momen-momen itu dirayakan ‘ala kadar’. Padahal, ini bisa lebih memorable, sebab tak akan terulang dalam waktu dekat. Dari kondisi ini, Anda bisa hadir membuat ide party planner. Terlebih, kebanyakan orang saat ini, terutama di perkotaan, ingin hal-hal praktis. Usaha ini cukup prospek. Hasilnya menggiurkan.

Misalnya, sekali merancang romantic dinner, bisa pasang tarif mulai Rp 600.000. Perbanyak referensi dekorasi. Sesuaikan tema yang klien inginkan. Termasuk perluas kenalan dan jaringan agar usaha Anda semakin dikenal dan dipercaya banyak klien.

Perlengkapan bayi

Dari data UNICEF, periode 2018, Indonesia masuk 5 besar dunia penyumbang kelahiran bayi. Tercatat, ada 386.000 bayi lahir sepanjang 2018 di dunia. Sebanyak 90 persen bayi yang lahir berasal dari negara berkembang. Dari jumlah itu, secara global, Indonesia menyumbang 13.370 kelahiran bayi. Fakta ini bisa menjadi pertimbangan Anda membangun usaha perlengkapan ibu dan bayi. Setiap bulan, selalu ada perlengkapan untuk bayi.

Terutama bayi yang kebutuhannya tak langsung dipengaruhi oleh fase tumbuh dan kembang. Mulai sekarang, cari pemasok atau produsen barang perlengkapan bayi. Cari kualitas baik dan tak mudah rusak. Contoh, Anda ingin target penjualan 150 barang. Dengan estimasi rata-rata harga Rp200.000 per barang, bisa dicapai omzet hingga Rp 30 juta.

Konveksi Pakaian

Modal usaha ini tak terlalu besar. Cukup membeli alat-alat pendukung, seperti mesin jahit, pemotong kain, dan meja. Untuk bahan, sesuaikan dengan permintaan klien.

Bagi yang awam terkait usaha ini, coba tawarkan kerja sama dengan vendor konveksi yang lebih berpengalaman dan punya skala pemesanan besar. Tujuannya, selain mengurangi kerugian, kerja sama ini menambah mitra kerja dan mengangkat nama vendor konveksi milik Anda.

Desain Grafis

Punya kemampuan ini? Sayang jika tak dimanfaatkan. Layanan desain grafis secara offline atau online punya penetrasi luas dan tak kenal pudar. Hampir semua bidang, selalu butuh jasa ini. Untuk keperluan promosi brosur, flyer, pamflet, banner, hingga lainnya. Baik atas permintaan pribadi maupun perusahaan dan kelompok. Termasuk jasa membuat undangan pernikahan sekalipun.

Soal keuntungan, layanan ini sangat potesial. Sebab sangat berhubungan dengan percetakan. Pada akhirnya, bisa kerja sama dengan pihak percetakan, hingga menawarkan ‘paket’ desain plus cetak kepada klien.

Walau Anda sudah kerja kantoran di perusahaan, tak ada salahnya memiliki usaha-usaha tersebut sebagai sampingan.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi