Nalar.ID

50 Tahun Panbers Berkarya: Konser Live Streaming dan Rencana ‘Panjaitan Idol’

Nalar.ID, Jakarta – Bagi pencinta tembang-tembang lawas, tentu tidak asing dengan grup satu ini. Tidak terasa grup legendaris Panbers berusia 50 tahun. Salah satu yang populer adalah lagu berjudul Gereja Tua ciptaan Benny Panjaitan, sang vokalis, yang tahun 2017 silam telah berpulang.

Menandai perjalanan lima dekade di industri musik Indonesia, grup ini menyelenggarakan konser live streaming YouTube pada Jumat, 18 Desember 2020 lalu. Mereka tampil menghibur para penggemarnya di seluruh Tanah Air secara virtual.

Dimulai pukul 18.30 WIB dengan lagu Akhir Cinta, konser diawali sambutan dan potong kue oleh Asido Panjaitan, drumer sekaligus pendiri pertama yang tersisa.

Seperti diketahui, perjalanan karir Panbers dimotori oleh si anak ketiga, Benny Panjaitan. Namun, seiring perjalanan waktu, usia para personil sudah tak lagi muda. Masa kejayaan Panbers mulai terhentak usai personil pergi satu per satu.

Tahun 1995, kakak tertua, Hans Panjaitan, wafat di usia ke 49 tahun. Ia mengidap penyakit jantung yang lama menggerogoti. Sebelum Hans meninggal, Panbers merekrut personil anyar, di luar keluarga Panjaitan. Namanya Maxi Pandelaki, tetangga dan sahabat Panbers sejak kecil. Tak lama usai Hans tiada, dua personil baru kembali direkrut: Hans Noya dan Hendri Lamiri.

Sepeninggal Personil Lawas

Namun, 15 tahun usai kepergian Hans, Panbers kembali ditinggal personil lain, atau kakak kedua, Doan Panjaitan karena penyakit gagal ginjal. Terakhir, Benny Panjaitan, pentolan Panbers, menyusul pada 24 Oktober 2017, karena stroke yang diderita selama tujuh tahun terakhir.

Kini, sepeninggal Benny, tersisa si bungsu Asido Panjaitan. Dengan formasi keempat saat ini, Panbers diawaki oleh Yohanes T. Darmawan (vokal), Maxi Pandelaki (keyboard), Asido Panjaitan (drum), Ade Panjaitan (melody), dan Semmy Black (bass),

Sebelum momen potong kue dan menyanyikan lagu Happy Birthday, Asido memberi sambutan dihadapan keluarga besar Panbers secara terbatas di studio mereka di Ciledug, Jakarta Selatan. Termasuk Trimedya Panjaitan, Ketua Umum Punguan Panjaitan & Boruna se-Jabodetabek, secara virtual melalui YouTube. Mereka menyapa para penggemar Panbers yang setia menonton live streaming via YouTube.

“Terimakasih. Ini hari pertama Panbers berusia 50 tahun. Terimakasih untuk Trimedya. Beliau bantu Panbers selama ada Bang Benny. Dia murah hati kepada kami. Beliau sebagai ketua umum, kami bangga karena dia buat kantor untuk Panjaitan. Semoga Panjaitan tetap jaya,” ujar Asido, sambil menangis dan mengurai air mata.

Potongan kue pertama, Asido serahkan kepada Alex Monang Panjaitan, dari Dewan Kebudayaan Panjaitan. Alex mewakili pengurus Panjaitan se-Jabodetabek.

“Kue kedua, kepada teman saya, yang selalu mendampingi Panbers selama ini, Maxi Pandelaki. Dari tahun 1970-an dia bersama Panbers. Lalu Hendri Lamiri, penggesek (pemain biola atau violin) utama kami,” jelasnya.

Panjaitan Idol

Namanya disebut, Hendri ikut berkomentar. Ia mengakui mulai dikenal di industri musik Indonesia setelah bergabung dengan Panbers. Di Panbers, ia merasakan keluarga seutuhnya. Sebagai sahabat, abang, keluarga, sekaligus orang tua.

Ungkapan senada turut disampaikan oleh Titiek Puspa. Melalui testimoni video, Titiek mengatakan jika Panbers adalah grup yang luar biasa. “Album pertamanya tahun 1971, berjudul Akhir Cinta ciptaan Benny Panjaitan. Maju terus. Hibur terus orang-orang indonesia. Sukses. Merdeka, i love you,” tutur Titiek.

Di tempat yang sama, Alex menuturkan bahwa perjalanan Panbers salama 50 tahun bukan perkara yang singkat.

“Banyak lika-liku dihadapan masyarakat Indonesia dan dunia bahwa industri musik masih jaya sampai saat ini. Kita patut bersyukur, (Panbers) masih eksis dan lagu-lagunya abadi sampai sekarang,” tambah Alex.

Alex berharap, selesai gelaran live streaming berlangsung, pandemi Covid-19 cepat berlalu. “Kami ada acara Panjaitan se-Jabodetabek, namanya Panjaitan idol. Itu kami akan realisasikan segera,” tambahnya.

Pengumuman Donasi

Tidak hanya membawakan lagu pilihannya, di sela-sela konser, pembawa acara juga membacakan beberapa nama donatur. Diketahui, konser ‘50 Tahun Panbers Berkarya’ ini juga didukung oleh pembukaan donasi secara terbuka.

Donasi melalui nomor rekening dibuka secara umum sepanjang acara berlangsung. Baik donatur dari penggemar setia hingga masyarakat umum pencinta Panbers. Beberapa di antaranya nama-nama besar. Mulai dari Kapolresta Denpasar Yansen Panjaitan, Ketua Fraksi PDI-P DPR Utut Idianto, hingga masyarakat umum lainnya yang peduli dan cinta terhadap Panbers.

Tidak sendiri, konser Panbers ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Christian panjaitan hingga Style Voice. Sebelum menyanyikan lagu Pelita Hati, Christine mengenang kisah perjalanan di industri musik bersama Panbers.

“Waktu umur 10 tahun, saya diajak menyanyi ke Jakarta Fair oleh Panbers. Aku diajak tampil di acara Biduan Cilik di TVRI. Itu awal saya nyanyi, hehe,” ungkap Chritine.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi