Nalar.ID

6 Cara Kelola THR Saat Pandemi

Nalar.ID, Jakarta – Lebaran kian di depan mata. Banyak masyarakat yang telah menerima tunjangan hari raya (THR) dari tempatnya bekerja. Tentu saja, harus dikelola dengan bijaksana, terlebih ketika pandemi Covid-19 yang belum terlihat tanda-tanda penurunan hingga kini.

Umumnya mengelola THR serupa dengan gaji bulanan. Masyarakat harus dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam situasi krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia. Bijak dalam menggunakan dana THR merupakan kunci utama di tengah situasi pandemi ini.

Prita Ghozie, Financial Planner dan CEO Zapfinance menuturkan ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk mengatur keuangan, khususnya bagi yang baru mendapatkan THR selama pandemi.

  1. Melihat berdasarkan fakta berapa jumlah pemasukan yang akan diterima sampai Desember mendatang.
  2. Harus mulai membiasakan diri menyesuaikan gaya dan cara hidup sehari-hari. Seperti mengubah cashflow atau arus keuangan dengan membenahi anggaran rumah tangga.
  3. Memperbanyak anggaran darurat. Dana darurat sangatlah penting. Alangkah baiknya menyimpan dana tunai, agar dapat ditarik sewaktu-waktu sampai Desember mendatang. Menurut Prita, terkadang bahasa dana darurat itu artinya lembaran uang itu disimpan, tapi dana darurat ini bisa ditarik sewaktu-waktu.
  4. Menyusun anggaran pengeluaran bulanan. Sebab, ini salah satu cara mudah yang dapat dilakukan semua orang. Terpenting adalah harus memiliki motivasi, yakni pemasukan lebih besar daripada pengeluaran.
  5. Jika pengeluaran lebih besar dari pemasukan, maka seseorang akan ngutang. Cara mengelola cahsflow adalah dengan menyesuaikan dengan gaji yang diterima. Misalnya, penghasilan di bawah Rp5 juta, bisa menggunakan metode mudah, yakni membagi dua penghasilan: 75 persen biaya hidup dan 25 persen untuk tabungan dan investasi.
  6. sementara jika berpenghasilan berkisar Rp5 hingga Rp15 juta, dibagi tiga; living, saving, dan playing. Biaya hidup yang tak bisa dinegosiasi disebut living (50%), kesenangan atau hiburan adalah playing (20%). Lalu, dana darurat, tabungan dan investasi adalah saving (30%). Kalau sudah di atas Rp15 juta, bisa tambah lagi komponen-komponen lain. Misalnya, memilah-milah tabungan.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi