Nalar.ID

6 Fakta Film ‘Kapal Goyang Kapten’, Ngakak Abis!

Nalar.ID – Tahun ini, Mega Pilar Pictures kembali menyajikan film terbaru. Berjudul ‘Kapal Goyang Kapten’, film ini disutradarai oleh Raymond Handaya.

Sedianya, film yang diproduseri oleh Roni Parini dan Tuti Meilina ini tayang Kamis, 5 September 2019 di seluruh bioskop Tanah Air. Beraroma drama komedi, film ini menceritakan tentang tiga pembajak amatir.

Mereka mengambil alih kapal wisata milik Gomgom, yang diperankan oleh komika Babe Cabita. Pada akhirnya, tersesat di pulau tak berpenghuni.

Berikut faktanya, dirangkum Nalar.ID, belum lama ini.

1.Beragam  Komika

Film ini dibintangi oleh Ge Pamungkas, Muhadkly Acho, Yuki Kato, hingga aktor senior Mathias Muchus, dan lainnya.

2. Ringan Jenaka

Menghadirkan beragam komika, film ini menyuguhkan kemasan humor ringan. Tak ayal, membuat penonton tertawa lepas. Belum lagi sejumlah kejutan kecil yang sayang Anda lewatkan sepanjang film berlangsung.

3. Akting Serius Ge Pamungkas

Banyak yang tahu jika Ge Pamungkas adalah seorang komika yang dikenal gokil dan lucu di depan kamera. Sebelum terlibat di sejumlah film, Ge lahir dari dunia stand up comed. Namun di film ini, Ge menunjukkan kemampuan akting tidak biasa dengan peran romantis bersama Yuki Kato. Di sini, ia memerankan tokoh Daniel, anak orang kaya dan memutuskan kabur dari rumah karena kekangan orang tua.

4. Larangan Interaksi

Mendapat peran serius, Ge sama sekai tidak mendapat porsi komedi atau melucu di film ini. Di karakter ini, ia berperan sebagai pribadi yang depresi. Untuk mendalami peran, ia dituntut oleh sutradara untuk berinteraksi dengan sesama pemain lain di lokasi syuting.

“Sebisa mungkin, saya diminta jauh-jauh dulu bareng pemain. Pas dapat libur syuting sehari, mereka pada kemana, saya cuma sendiri memancing,” tukas Ge, dalam jumpa pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Senin (26/8) lalu.

5. Konflik di Pulau Asing

Konflik mulai terasa kuat setelah semua tokoh terjebak di sebuah pulau tak berpenghuni dan terpencil. Menariknya, perlahan tapi pasti, di lokasi terdampar tersebut, para tokoh mulai menunjukkan sifat asli. Mulai dari sisi buruk hingga baik. Petuahnya: film ini mengajarkan sikap bergotong royong, menyelesaikan masalah, dan tidak menilai seseorang dari penampilan luar atau fisik.

6. Keindahan Alam Indonesia

Sesuai tujuan para produser dan sutradara, film ini menyuguhkan suasana dan keindahan alam Indonesia. Kepulauan Tual dan Ambon, dipilih sebagai lokasi karena keindahan alam. Selain laut, dua lokasi tersebut menghadirkan suasana asli pulau yang masih terjaga.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi