Nalar.ID

6 Fakta Surat Suara Pemilu 2019

Jakarta, Nalar.ID – Surat suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah dicetak serentak di beberapa kota di Indonesia, mulai 20 Januari lalu. Sebanyak 939.879.651 lembar dicetak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk seluruh Indonesia melalui enam perusahaan percetakan.

Berikut faktanya, dihimpun Nalar.ID, Senin (28/1):

6 Perusahaan Pencetak, Nilai Kontrak Rp603 M
Enam perusahaan pemenang terpilih tender proyek percetakan surat suara. Diantaranya PT Balai Pustaka (4 lokasi), PT Adi Perkasa Makassar (1 lokasi), PT Gramedia (9 lokasi), PT Temprina Media Grafika (11 lokasi), PT Aksara Grafika Pratana (4 lokasi), dan PT Puri Panca Pujibangun (6 lokasi). Ada 11 lokasi percetakan surat. Nilai kontrak tender Rp603.342.100.900.

Beda Jumlah Cetak Setiap Perusahaan
Walau enam pabrik percetakan resmi menang tender, kuota masing-masing pabrik berbeda. PT Aksara Grafika Pratama (68.176.374 lembar atau 7,25 persen dari total surat suara). PT Balai Pustaka (139.894.529 lembar atau 14,88 persen).
PT Temprina Media Grafika (255.019.544 lembar atau 27,13 persen). PT Gramedia (292.019.984 lembar atau 31,07 persen). PT Adi Perkasa Makassar (77.054.270 lembar atau 8,20 persen). PT Puri Panca Pujibangun (107.714.950 lembar atau 11,46 persen). Total surat suara dicetak 939.879.651 lembar.

Cetak 2 Persen Lebih Banyak
KPU mencetak surat suara 2 persen lebih banyak dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT). “Jumlah itu (2 persen) untuk mencegah kalau ada daftar pemilih khusus (DPK) dan suara yang rusak,” kata Fritz Edward Siregar, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dalam keterangan resmi, pekan lalu.

60 Hari Cetak
Butuh waktu 60 hari untuk mencetak surat suara. Diperkirakan, cetak selesai Maret 2019. Lalu didistribusikan ke seluruh Indonesia.

5 Model Surat Suara
Ada lima model surat suara yang dicetak. Terdiri atas surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Polri Jaga Ketat
Staf Operasional Polri, AKBP Gusti May Chandra, menuturkan, pihaknya mengamankan tempat percetakan sampai lokasi penyimpanan surat suara selama 24 jam. “Kami amankan 1×24 jam dengan tim quality control. Kami mengawal tempat percetakan sampai ke penyimpanan,” kata Gusti. Tindakan ini, kata Gusti, guna mencegah sesuatu yang tak diinginkan.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi