Nalar.ID

6 Sektor Bisnis Moncer Saat Pandemi Menurut Sandiaga Uno

Nalar.ID, Jakarta – Perekonomian dunia terhantam oleh pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Sejumlah sektor usaha mandeg dan stagnan, bahkan lumpuh di tengah wabah ini.

Menyikapi hal itu, Sandiaga Uno mengimbau para pengusaha tidak boleh putus asa. Menurutnya, masih banyak peluang usaha yang dapat dimaksimalkan saat pandemi ini.

Ia mengungkapkan, ada satu optimisme di dunia investasi di dunia dalam kondisi ketidakpastian ini. Ia merujuk pada investment guru dari banyak penggiat investasi, yakni Warren Buffet.

“Ia selalu menyatakan, ‘Be fearful when others are greedy and be greedy when other fearful.’ Artinya, saat pasar keuangan bergejolak dan menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan para investasi, itulah saat tepat dalam memulai dan melakukan investasi,” kata Sandi, sapaan akrab Sandiaga Uno dalam diskusi online melalui akun Facebook-nya, belum lama ini.

Sandi menilai, dibalik kondisi ini, pasti ada segala peluang yang cerah. ‘Itu bila kita jeli melihat mana saja sektor yang dapat kita investasikan serta punya target-target yang jelas,” tukasnya.

Lanjutnya, jika dilihat secara umum, dunia investasi, baik di pasar modal atau sektor riil masih memiliki peluang menjanjikan. Sandi pun berharap pandemi ini tak terlalu lama terjadi, sehingga bisa segera rebound.

Berikut beberapa sektor peluang yang ia yakini melesat usai pandemi menurut Sandi. Apa saja?

Kesehatan

Tanda-tanda industri ini bergeliat telah terlihat saat ini sebab menjadi incaran investasi banyak pengusaha.

Teknologi

Terutama teleconferencing. Sama dengan sektor kesehatan, sektor teknologi bakal semakin booming dan maju di masa depan. Kata Sandi, semua berlomba berinvestasi di online meetings atau event organizer ketimbang teleconferencing ini. 

Pendidikan Online

Istilah lainnya adalah Masive Online Open Course (MOOC) atau pendidikan online. Pesatnya MOOC merujuk perubahan gaya pendidikan saat imbas masa pandemi. Sandi meyakini pola ini masih akan terus berlangsung di masa depan.

Sandi menjelaskan disrupsi di sektor ini ikut membawa tren positif. Pasalanya, sektor di mana selama ini hanya terbatas dalam satu ruang kelas. Dengan kehadiran MOOC, pertumbuhan menjadi luar biasa. Terlebih, peningkatan digital mencapai 120 sampai 160 persen.

Makanan dan Minuman

Perubahan pola pemasaran juga akan terjadi pada sektor makanan dan minuman. Ke depan, baik bahan makanan berupa frozen food atau makanan cepat saji terhubung dengan e-Commerce atau digital bakal kian diminati.

Biotech

Untuk bidang energi, ada sektor biotech. Ke depan, sektor ini akan menjadi salah satu peluang bisnis sangat menjanjikan. Pasalnya, kini banyak perusahaan biotech bergerak dalam mencari cara untuk menghentikan pandemi.

Energi Baru Terbarukan

Kesadaran masyarakat terhadap penggunaan sumber energi ramah lingkungan akan meningkat usai pandemi. Sebab, saat seseorang di rumah melihat bersihnya udara dan segar.

Sandi mengimbau untuk para pengusaha atau investor agar tepat menentukan strategi yang benar dan tidak berinvestasi di saat yang salah.

“Harus menggunakan satu pendekatan, jika mencoba berinvestasi di titik terendah, kita tak akan bisa membidik titik terendah itu,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi