Nalar.ID

8 Fakta 51 Persen Saham Freeport Bayar Lunas

Jakarta, Nalar.ID – Usai dua tahun proses negosiasi intensif melibatkan pemerintah, Freeport McMoRan Inc. (FCX), Rio Tinto, dan Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero), akhirnya resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Inalum, Jumat (21/12).

Resminya divestasi 51 persen saham Freeport Indonesia itu ditandai oleh proses pembayaran dan terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK).

Berikut sejumlah fakta selesainya divestasi 51 persen saham Freeport. Informasi dihimpun Nalar.ID, Minggu (23/12).

  1. Diumumkan Presiden Jokowi

Rampungnya divestasi 51 persen saham Freeport diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (21/12) di Istana Negara, Jakarta.

  1. Momen Sejarah

Presiden Jokowi mengakui, selesainya divestasi itu merupakan momen bersejarah. Akhirnya Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas Freeport Indonesia.

  1. Lunas Bayar Divestasi

Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero) telah membayar lunas divestasi 51 persen saham Freeport senilai 3,8 miliar dolar AS, atau setara Rp55,8 triliun.

  1. Status KK menjadi IUPK

Dengan terbitnya IUPK, PTFI dapat kepastian hukum dan kepastian berusaha. Lalu mengantongi perpanjangan masa operasi 2 x 10 tahun sampai 2041. Sekaligus dapat jaminan regulasi dan fiskal. PTFI juga akan membangun pabrik peleburan (smelter) dalam jangka lima tahun.

  1. Peningkatan Porsi Saham Pemerintah RI

Sebelumnya, kepemilikan saham Indonesia 9,3 persen. Kini merangkak menjadi 51,2 persen.

  1. Freeport Investasi 20 Miliar Dolar AS

CEO Freeport – McMoran Copper & Gold Inc., Richard Adkerson menyebut, rampungnya divestasi ini, pihaknya akan melakukan investasi 20 miliar dolar AS sampai 2041.

  1. Bayar Denda Freeport

Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) keluar, Freeport Indonesia, akan membayar penggunan hutan seluas 5.535,93 hektare. Jumlahnya sebesar Rp465 miliar.

  1. Pergeseran Direksi dan Komisaris

Praktis, petinggi direksi dan dewan komisaris PTFI berubah usai kepemilikan 51,2 saham Freeport Indonesia. Setidaknya ada enam nama orang Indonesia. Empat direksi dan dua di jajaran komisaris.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi