Nalar.ID

9 Bansos Pemerintah Selama Pandemi Corona

Nalar.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui pemerintah Indonesia, banyak memberikan bantuan perlindungan sosial (bansos) bagi masyarakat. Utamanya kelompok miskin dan pekerja informal dengan pendampatan terdampak virus Corona (Covid-19).

Bantuan yang diberikan berupa, tunai, hingga kombinasi dengan pelatihan atau skill training.

Maksud bansos tersebut sebagai penyanggah daya beli masyarakat di tengah merosotnya ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Bansos juga menjadi amunisi pemerintah menahan laju arus mudik Idul Fitri di tengah pandemi. Termasuk seluruh ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN dan anak usaha BUMN untuk mudik melalui larangan pemerintah.

Presiden juga tetap menganjurkan masyarakat tidak mudik di tengah pandemi. Tujuannya memutus mata rantai penularan virus. Dengan pemberian bantuan, harapannya masyarakat bisa bertahan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku.

Berikut bantuan pemerintah selama pandemi Covid-19, dirangkum Nalar.ID, Jumat (10/4/2020):

1. Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran PKH yang sebelumnya per 3 bulan akan dilakukan jadi per bulan mulai April ini.

Pada April-Juni, KPM akan menerima PKH sebanyak dua kali. Durasi penyaluran berlangsung selama 1 tahun, dengan peningkatan anggaran dari sebelumnya Rp 29,13 triliun menjadi Rp 37,4 triliun.

2. Program Kartu Sembako untuk 20 Juta penerima. Sebelumnya, program ini untuk 15,2 juta penerima eksisting Rp150 ribu per bulan sejak Januari-Februari. Kini, ada penambahan 4,8 juta penerima tambahan Rp 200 ribu per bulan mulai Maret-Desember. Dengan tambahan ini, total anggaran Rp 43,6 triliun dari sebelumnya Rp 28,08 triliun.

3. Program Kartu Pra Kerja untuk 5,6 juta peserta. Total anggaran Rp 20 triliun. Setiap peserta akan menerima biaya pelatihan, insentif bulanan dan survei. Total bantuan Rp 3,55 juta. Pemerintah tengah mendata pekerja terdampak Covid-19, baik yang ter-PHK, dirumahkan dengan unpaid leave, atau yang mengalami penurunan income, yang akan diprioritaskan menjadi penerima kartu Pra Kerja.

4. Diskon tarif PLN bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA Subsidi. Data rumah tangga daya 450 VA sebanyak 24 Juta pelanggan, dan diberikan pembebasan biaya listrik. Lalu, untuk daya 900 VA subsidi sebanyak tujuh Juta pelanggan akan diberi keringanan biaya listrik 50 persen. Masa berlaku keringanan ini untuk April-Juni 2020.

5. Stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bertujuan untuk meringankan beban UMKM. Skema kebijakan, yakni relaksasi kebijakan penyaluran KUR, melalui penundaan angsuran dan pembebasan bunga selama enam bulan.

6. Bantuan sosial khusus untuk 2,6 juta jiwa, atau 1,2 juta kepala keluarga (KK) warga DKI Jakarta. Serta 1,6 juta jiwa, atau 576 ribu KK warga Bodetabek, berupa sembako setara Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan.

7. Program keselamatan yang dilaksanakan Polri. Bantuan ini berupa bansos dan pelatihan bagi pengemudi taksi, sopir bus, truk sampai kernet. Target ada 197 ribu orang dengan bantuan Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan, dengan total anggaran Rp 360 miliar.

8. Program bansos dana desa, ditujukan untuk 10 juta keluarga sebesar Rp 600.000 per keluarga selama tiga bulan. Total anggaran Rp 21 triliun.

  1. Percepatan program padat karya tunai. Harapannya, mampu mencetak lapangan kerja. Total anggaran Rp 16,9 triliun, tersebar di Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi