Nalar.ID

9 Fakta Muhammad Sabilul Alif, Polisi Inovatif di Kota Tangerang

Jakarta, Nalar.ID – Siapa yang tidak mengenal Kombes Pol. H. Muhammad Sabilul Alif. Ia selalu dikenal dengan segudang inovasi, dimanapun dirinya ditugaskan oleh pimpinan Polri.

Pria kelahiran Gresik, 27 Juni 1975, yang kini menjabat Kapolres Kota Tangerang, Polda Banten ini, selalu menjadi pusat perhatian media massa dan masyarakat. Bagaimana tidak, hampir seluruh program inovasinya sukses. Tak sedikit menjadi viral setiap kasus yang ditangani.

Berikut deretan inovasi yang terekam jelas saat ia menjabat Kepala SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) hingga Kapolres Jember.

Pertama, Kepala SPKT Polda Jatim. Saat menjabat di posisi itu, ia menggagas aplikasi ‘Jawa Timur dalam Genggaman Berbasis Satu Desa Satu Polisi’. Inovasi ini diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Kapolri pada Juni 2012.

Aplikasi ini tercatat di Museum Rekor (MURI) Dunia Indonesia dan mendapat HaKI (hak atas kekayaan intelektual).

Kedua, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya. Di jabatan ini, ini menelurkan terobosan anyar lalu lintas. Tujuannya, sebagai langkah pendekatan kepada masyarakat. Terobosan ini meliputi Kalkir (kanalisasi lajur kiri), Jembatan Merah (jangan menerobos dan menghambat lampu merah), STMJ (Surabaya taat marka jalan), Slaman Slumun Slamet dan Ransel (kendaraanku sehat dan lengkap).

Ketiga, aksi keselamatan dijalan. Melalui penindakan kendaraan R2 yang tak sesuai spesifikasi teknis pada malam pergantian tahun 2012 – 2013. Aksi ini tercatat dalam Museum Rekor (MURI) Dunia Indonesia, dengan menindak 1.131 motor dalam waktu 4 jam.

Keempat, Kapolres Bondowoso.  Saat menjabat ini, ia membuat pendekatan terhadap masyarakat lewat slogan ‘Bondowoso Kota Tape’. Ini mengacu pada terwujudnya Bondowoso yang ‘Tertib, Aman, Proaktif, Peduli, dan Religius’.

Kelima, inovasi lainnya, yakni Pos Tape (Polisi siaga setiap pagi), Pos Sagita (Polisi Sabtu sinergi dan kemitraan dengan masyarakat), Besek Tape (bersama Polisi ciptakan keamanan tanpa anarki dan pelanggaran), dan Pos Khidmat (Polisi khotib atau ceramah shalat Jumat).

Keenam, selama menjabat Kapolres Jember, ia juga buat rangkaian inovasi dalam 9 karya utama (Nawa Karya Tama). Diantaranya, Pos Proltape (Polisi patroli tiap pagi dan sore), Pos Wedang Cor (Polisi warga cangkrukan dan koordinasi), Pos Papuma (Polisi peduli pemuda, pelajar dan mahasiswa), Pos Jagung (Polisi peduli pekerja dan pengangguran), Pos Khidmat ( Polisi ceramah Kamtibmas setelah shalat Jumat), dan Pos Perwira (Polisi peduli pariwisata dan dunia kreatif).

Lalu, Pos Purna (Polisi peduli perempuan dan anak), Pos Sagita (Polisi setiap hari sinergi dengan masyarakat), Pos Jempol (Polisi Jember online).

Ketujuh, khusus Jember Police Online, ia membuat beberapa inovasi teknologi informasi. Diantarnya aplikasi WAR (we are ready) Polres Jember, SP2HP online dan aplikasi Criminal Justice Sistem (CJS).

CJS merupakan sistem informasi perkara terpadu (SIAP Terpadu). Sistem ini  mengorganisasikan perkara pelanggaran hukum. Mulai dari Polres (case organizer program), pengadilan (izin sita atau geledah online), kejaksaan (SPDP online), dan lembaga pemasyarakatan (informasi napi online).

Kedelapan, tak hanya itu. Saat menjadi Kapolres Kota Tangerang, ia membuat program ‘Tangerang Jawara’. Ini menjadikan wilayah aman, nyaman, ramah, dan kreatif. Program ini diabadikan dalam buku Tangerang Jawara, yang didalamnya terdapat 8 program unggulan.

“Diantara program itu (Tangerang Jawara), ada program Pos Purna (Polisi peduli perempuan dan anak). Sebab, negara harus hadir melindungi perempuan dan anak. Kasus perempuan dan anak mendominasi di semua wilayah,” katanya, saat dikunjungi di ruang kerjanya, Senin (24/12).

Atas semua inovasi ini, ia diganjar penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pimpinan Arist Merdeka Sirait. Tak hanya itu, ia juga dianugerahi ‘Imaculata Award 2018’ pimpinan Imaculata Autism Boarding School, Imaculata Umiyati. Rencananya, penghargaan tersebut bakal digelar setelah cuti libur bersama perayaan Natal dan tahun baru 2019.

Kesembilan, tidak sekadar menciptakan inovasi, Alif, sapaan akrabnya, juga banyak menulis buku. Seperti Polda Jawa Timur Hanya dalam Satu Genggaman, Iki Suroboyo Rek Tertib Lalulintase, Menggapai Mimpi Masyarakat : Memimpin dengan Harapan, Jember Suwar Suwir (Jember suasana warga yang aman, religius, bersahabat, berwawasan intelektual dan kreatif), dan From Jember to Our Nation Never Ending Innovation.

Lalu, Down To Earth Catatan Abdi Bhayangkara di Bumi Pandalungan, Sabilul Alif dan Orang Jember, Tangerang Jawara, Tak Hanya Sabda di Balik Meja, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Jejak Ulama dan Pejuang Tangerang, dan Teroris Gak Punya Cinta.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi