Nalar.ID

9 Fakta Pemilu 2019

Jakarta, Nalar.ID – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yang meliputi pemilihan presiden dan wakilnya, anggota DPR dan DPD, akan mempuncak pada hari pencoblosan, Jumat, 19 April 2019. Kampanye digelar 23 September 2018 – 13 April 2019.

Apa yang perlu diketahui tentang Pemilu 2019? Berikut faktanya, seperti dihimpun Nalar.ID.

Debut Pilpres dan Pileg Serentak

Ini untuk kali pertama pemilihan presiden (pilpres) dan anggota legislatif (pileg) digelar serentak. Pada 2014, berlangsung dua pemilu: pileg pada 9 April, memilih 560 anggota DPR dan 132 anggota DPD, serta DPRD Provinsi dan DPRD kota/kabupaten.

Lalu, para anggota DPR hasil pemilu mengajukan capres dan wapres pada 9 Juli 2014. Saat itu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, dengan dukungan PDIP-Nasdem-PKB-PKPI-Hanura menguasai 36,46 persen kursi DPR (208 dari 560).

Paslon itu melibas pasangan Prabowo-Hatta Rajasa yang diajukan Gerindra-PAN-PKS-Golkar-PPP-PBB-PD dengan perolehan 63.54% persen kursi DPR (352 dari 560).

Serentak

Pemilu kali ini memilih sepasang presiden dan wapres, 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPR Provinsi, dan 17.610 anggota DPRD Kota/Kabupaten.

Biaya

Anggaran Pemilu 2019 sebesar 24,8 triliun rupiah. Meningkat 700 miliar ketimbang Pemilu 2014, yakni 24,1 triliun. Tapi, Pemilu 2014, hanya pileg.

5 Kertas Suara

Pemilu 2019, memilih adalah presiden dan wapres, anggota DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD. Kecuali DKI Jakarta, hanya empat kertas suara, tanpa DPRD kota/kabupaten.

16 Parpol

Ada 16 partai politik mempertarungkan para calonnya. Termasuk empat partai politik daerah di Nanggroe Aceh Darussalam. Para pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) KPU, tercatat sebanyak 185.732.093 orang. Terdiri atas 92.802.671 pemilih laki-laki dan 92.929.422 pemilih perempuan, yang akan memilih di 805.075 TPS.

5 Warna

Ada lima kertas suara berbeda warna, yaitu:

  • Abu-abu: Presiden dan Wapres
  • Kuning: DPR RI
  • Merah: DPD RI
  • Biru: DPRD Provinsi
  • Hijau: DPRD Kota / Kabupaten

16 Parpol

Dari 16 partai politik: 4 baru, 12 lama, dan 2 dipimpin ketua perempuan. Parpol baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Garuda, dan Perindo.

PSI dipimpin mantan jurnalis televisi, Grace Natalia. Partai Berkarya, Hoetomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto. Perindo dipimpin pemilik jaringan televisi kelompok MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. Sementara, Partai Garuda, dipimpin Ahmad Ridha Sabana.

2 Pemimpin Parpol Perempuan

Dari 16 partai, hanya dua yang dipimpin perempuan. Adalah partai baru PSI pimpinan Grace Nathalie yang didirikan 2014. Lalu PDI-P, yang dipimpin Megawati Soekarno Puteri sejak 1999.

Tapi Megawati telah lebih awal memimpin, sejak partai itu masih bernama PDI. Ia terpilih sebagai Ketua Umum dalam Kongres Luar Biasa PDI di Surabaya 1993.

38 Eks Koruptor

Dari ribuan calon, ada 38 mantan terpidana kasus korupsi. Paling dikenal adalah M. Taufik, Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta. Ia tengah proses menuju wakil gubernur Jakarta menggantikan posisi Sandiaga Uno yang maju menjadi calon wapres.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi