Nalar.ID

Abio Salsinha: Belajar di Negeri Orang, Praktik di Tanah Sendiri

Jakarta, Nalar.ID – Tak hanya jago menulis buku dan menyanyi, Abilio Soares Salsinha atau Abio, pemuda 37 tahun asal Timor Leste ini, juga dikenal piawai dalam dunia akting. Setelah bermain di beberapa judul sinetron dan film di Indonesia sepanjang 2013 hingga 2017, baru-baru ini, ia tengah membintangi film terbaru.

Berjudul Domin La Sai Realidade (DSLR), atau dalam bahasa Indonesia, berarti Cinta Tidak Jadi Kenyataan. Dalam film berdurasi satu jam ini, Abio, berperan sebagai seorang ayah. Tema film bercerita tentang seorang anak dari desa yang bercita-cita ingin sekolah ke kota. Sekaligus menunjukkan bahwa si anak juga peduli pendidikan dan bisa berprestasi meskipun berasal dari keluarga sangat sederhana.

“Jangan dilihat dari yang ada (kemiskinan) tapi kepintaran. Sabar dan berjuang. Hidup ibarat roda berputar,” kata Abio, tentang tujuan film ini, dihubungi, Rabu (5/12).

Ternyata, selain sebagai aktor, Abio, juga merangkap sebagai eksekutif produser dibawah bendera rumah produksi Abio Salsinha & Merkurius Young. Melalui film ini, ia ingin membangkitkan dunia perfilman di Timor Leste, terutama seni peran untuk anak-anak muda di Timor Leste. Terlebih, Abio, lahir dan besar di negara bekas pecahan Indonesia ini.

Buru Talent dari Timor Leste

Ia mengaku, semua tim produksi dan para pemain, ia rekrut dari tanah kelahirannya. Namun, meski baru belajar menggarap produksi film sendiri, ia banyak menerima tantangan. Terutama saat menggelar audisi pemain.

“Anak-anak sekolah yang belum biasa akting, kami beri pelatihan. Saya harus sabar melatih. Tantangan lain, untuk merealisasikan naskah, butuh waktu lama. Kadang setahun. Buat saya, tantangan adalah inspirasi kedepan untuk menuju kesuksesan,” ucapnya.

Melalui wadah seni peran, lanjutnya, segala masalah bisa dituangkan dalam film sekaligus memotivasi penonton dan banyak orang. Abio sadar, walau para pemain belum menuju sebagai aktor dan aktris profesional, dengan film garapannya ini, ia bisa menuangkan bakat dan talent anak-anak Timor Leste.

Abio Salsinha - nalar.id
Abio Salsinha. NALAR/Dok.Pikiran-rakyat.com

Syuting film menelan waktu tiga bulan proses pengerjaan, sejak Juni hingga Agustus 2018 di Timor Leste. “Sekarang proses editing di Indonesia. Kerjasama dengan teman-teman dari Indonesia, saya banyak pengalaman. Lalu saya salurkan (pemain baru) dan promosikan talent asal Timor Leste,” ungkapnya.

Sebelum mengaplikasikan pengalaman dunia film di negeri sendiri, Abio, sempat beberapa kali menimba ilmu akting di Indonesia. Sejak merantau dan mulai berkarier di Indonesia tahun 2013, ia membintangi beberapa judul sinetron, film, hingga bintang tamu di program televisi di Indonesia. Mulai dari Tukang Bubur Naik Haji The Series (RCTI), Fesbukers (antv), Bukan Jodoh Biasa (RCTI), Detik-detik Kematian, dan judul-judul lain.

Persahabatan Dua Negara

Rencananya, film terbaru Abio, Domin La Sai Realidade, akan dirilis untuk masyarakat Timor Leste pada momentum Valentine 2019. Film diputar di bioskop lokal milik orang India di Timor Plaza, Dili, jantung kota Timor Leste.

“Dengan film ini, akan terjalin persahabatan dua negara, Indonesia dan Timor Leste. Pengalaman saya di Indonesia, saya pakai di Timor Leste. Sekaligus untuk membangun talent-talent berbakat di Timor Leste,” tukasnya.

Beberapa kali menjadi aktor garapan produksi di Indonesia, di film buatannya ini, Abio, lebih memilih dibelakang layar sebagai produser eksekutif. “Dari aktor, belajar sedikit-sedikit menjadi produser. Kalau mau lebih (misalnya sutradara), harus tunggu pengalaman. Berat (menjadi sutradara), harus belajar dulu,” jelas penulis buku Kamera Cinta (2017) ini.

Lokasi syuting, asal pemain, kru produksi, dan rilis, semua dilakukan di Timor Leste. Kecuali editing, di Indonesia. Domin La Sai Realidade, adalah debut film produksi milik Abio di Timor Leste.

Setelah film tersebut, rencananya, film kedua, Mehi (Mimpi), akan dikenalkan dalam waktu dekat. Dibawah rumah produksi Four Colour, film keduanya ini berkisah tentang mimpi menjadi dorongan dan inspirasi. Jadi, kata Abio, kalau anak muda punya mimpi, kejarlah agar menjadi kenyataan.

“Film kedua masih proses syuting di Timor Leste,” imbuhnya kelahiran Asumano, Luquica, 4 Februari 1980 ini.

Setelah menyelesaikan semua film-nya, dalam waktu dekat, ia akan bertandang ke Indonesia. Di sana, ia mendapat tawaran bermain dalam film produksi Indonesia. Di film yang belum diberi judul ini, ia bermain dengan komedian Doyok.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi