Nalar.ID

Ada 190 Kasus Investasi, Apa Hambatan Paling Dominan?

Nalar.ID – Banyak investor antri masuk ke Indonesia. Sayangnya, tidak sedikit yang kembali ke negara asalnya. Sejauh ini, ada 24 perusahaan sudah pipeline masuk ke Indonesia sebesar Rp 708 trliun investasi. Namun terhambat merealisasikan investasinya, sebab tersandung berbagai kasus investasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, hingga kini ada sebanyak 190 kasus investasi. Kasus ini disebabkan oleh berbagai faktor penghambat. Diantaranya masalah perizinan, pengadaan lahan, dan regulasi atau kebijakan.

“Sebanyak 32,6% persen karena perizinan, pengadaan lahan 17,3 persen dan regulasi/kebijakan 15,2 persen,” kata  Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, belum lama ini.

Rizal mengatakan, sebagian besar memang disebabkan oleh masalah perizinan. Berbagai surat itu, antara lain izin khusus atau rekomendasi, sertifikasi, surat Dirjen, hingga peraturan menteri.

Masalah-masalah ini masih bermunculan meskipun ada Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektonik melalui Online Single Submission (OSS). Serta Peraturan Presiden Republik Indonesia No 97 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi