Nalar.ID

Pesulam Alis ini Kenalkan Teknik Anyar ke 50 Negara

Berawal dari seniman rajah tubuh, Koh Ali, sukses sebagai pesulam alis di Indonesia sejak 1999. Ratusan tokoh, selebriti, pejabat, dan pesohor, sukses ia tangani. Terbaru, ia menciptakan teknik Nano Circling, pertama di dunia.

Nalar.ID, Jakarta – Semua perempuan yang hobi merias dan ingin memiliki bentuk alis sempurna dan cantik, pasti tak asing dengan pria satu ini. Di kalangan orang terdekat dan pelanggan, ia biasa dipanggil Koh Ali, pemilik studio Ali Tattoo Sulam, di Mangga Dua Square, Pademangan, Jakarta Utara.

Meski di pucuk petinggi, sang guru ini masih tetap turun langsung menangani klien atau konsumen yang ingin di permak alis dan bibir-nya. Padahal, ia sudah memiliki ratusan staf dan expert yang keahliannya tak jauh beda dengannya.

“Biasanya, kalau ada yang minta saya langsung, saya tangani,” ucapnya, di di jumpai di head office Ali Tattoo Sulam, Jumat (20/7).

Pemilik nama asli Tjhin Kiong Li ini mengatakan, proses pengerjaan sulam alis tak makan waktu banyak, sekitar 45 menit hingga 1 jam, tergantung tingkat kesulitan. Sehari-sehari, dengan dibantu 10 staf expert, Koh Ali, biasa ‘ngantor’ di studio pusat ini.

Sudah lima tahun lebih, studio ini menempati lantai tiga Mangga Dua Square seluas 8×15 meter. Lokasinya sejajar dengan etalase ponsel dan pujasera. Studio ini terlihat modern dengan corak putih dan lampu benderang, yang langsung menyedot perhatian pelintas.

Selain beberapa treatment, di studio ini terdapat Ali Tattoo Sulam Academy, sekolah sulam alis bagi yang tertarik menekuni dunia tato sulam alis dengan dua pilihan kelas; advance class dan master class. Sebelumnya, Ali Tattoo Sulam, menempati kios kecil di lantai under ground di lokasi serupa sejak 2009. Di tahun yang sama, ia merantau dan mulai membuka usaha tersebut di Jakarta.

Ditentang Orangtua

Sebelum hijrah ke Ibu Kota, Koh Ali, hobi menggambar. Ia membuka jasa pembuatan tato di kampung halamannya di Pontianak, Kalimantan Barat, tahun 1994. Atas masukan teman dan keluarga, ia membuka studio sulam alis dan bibir pertama di kota itu tahun 1997, dengan modal Rp2 juta. Di tahun yang sama, ia memperdalam teknik sulam alis dan bibir ke Taiwan.

“Karena peluang bagus, saya coba peruntungan ke Jakarta tahun 2009. Saya bangun dari nol. Saya dari orang enggak ada. Enggak ada yang bantu dan berjuang sendiri di Pontianak. Jatuh bangun, itu biasa,” ungkapnya.

Koh Ali Seniman Tattoo Sulam Alis - nalar.id
Koh Ali, pemilik Ali Tattoo Sulam, sedang menyulam alis klien. (Foto: Istimewa/nalar)

Bahkan, ia pernah menawarkan jasa tato door to door. “Pertama kali menato badan umur 14 tahun. Saya coba ke teman dan saudara. Besoknya, orang tuanya marah karena badan anaknya saya tato, haha,” ucapnya, mengenang kenakalan masa kecil.

Alhasil, orang tua Koh Ali tak setuju ia bergelut di bisnis ini. Penuturan orang tuanya, tato identik dengan hal negatif. Selain itu, tak ada saudaranya yang terjun di bisnis ini kecuali dirinya. “Pernah di usir dari rumah. Karena orang tua teman cari-cari saya setelah anaknya saya tato. Saat kabur dan tinggal di rumah teman. Bersyukur, sekitar tahun 2001, orang tua sudah bisa menerima profesi saya,” jelas, kelahiran 37 tahun silam ini.

Bahan Herbal

Dengan teknik sulam, ia ingin membuat para perempuan terlihat cantik. Alis tampak lebih tebal. Sementara, sulam bibir, lebih ke varian warna untuk memberi kesan mempertegas garis bibir serta membentuk bibir kurang asimetris dengan rona lebih segar. Selama ini, ia memakai tinta sulam buatan racikan sendiri dari bahan herbal.

“Sangat terjaga kebersihan dan kualitasnya. Kulit Indonesia ada yang sensitif, kan. Enggak bikin ngasal dan bisa merusak kulit bagian dalam. (tinta ini) Bisa tahan 3 – 4 tahun karena enggak sampai permanen,” ucapnya.

Tak hanya selebriti, peminat Ali Tattoo Sulam juga dari kalangan pejabat dan tokoh terkenal. Untuk artis, ada Krisdayanti, Nafa Urbach, Syahrini, Bella Shopie, Rossa, Dewi Perssik, Ivan Gunawan, Gracia Indri, Cut Meyriska, Luna Maya, hingga Julia Perez, dan lainnya. Termasuk Charly van Houten, komedian Bopak, hingga Ginanjar Empat Sekawan. Klien pejabat dan tokoh-tokoh besar, ia enggan membocorkan

“Biasanya, klien minta sulam alis, bibir, dan eyeliner. Kalau artis, (sulam) alis,” katanya.

Meski di Indonesia studio sulam alis bertebaran, ia meyakini, teknik buatannya berbeda dengan kompetitor sejenis. Menurutnya, semua orang di dunia bisa membuat sulam alis. “Bedanya, bagaimana cara bikin sulam alis terlihat alami dan bentuk sesuai kontur wajah. Kalau sulam bagus tapi enggak sesuai wajah, ya, enggak bagus. Di sini memang mahal daripada lainnya karena kualitas,” tuturnya.

Sejak ekspansi di Jakarta tahun 2009, bisnis Ali Tattoo Sulam kian pesat. Terbukti, Ali Tattoo Sulam, sudah memiliki beauty centre di beberapa daerah di Indonesia. Tak hanya di Mangga Dua, namun tersebar hingga ke Gading Serpong, Medan, Surabaya, Bali, Palembang, Singkawang, Pontianak, Batam, Yogyakarta, dan Singapura.

Menjelang akhir 2018, rencana akan buka di Banjarmasin, Makassar, dan Manado. “Daerah timur akan kami perbanyak. Target cabang seluruh provinsi. Sulawesi juga belum. Klien terbanyak di Jakarta. Berikutnya, Surabaya dan Medan,” sambungnya.

Sayangnya, ketua Perkumpulan Komunitas Seni Sulam Indonesia (PKSSI) ini enggan membeberkan tarif sulam.

Tak hanya piawai dalam teknik sulam, brand sulam ini banyak menyabet juara kontes. Mulai dari Juara 1 ‘National Best of The Best & Best of The Day 2010’ di Indonesia, piagam MURI sebagai ‘Insan Indonesia Pertama’ dalam gelaran ‘Kompetisi Sulam Alis dan Bibir Tingkat Internasional’ di Singapura, 11 Agustus 2012. Termasuk Juara 1 ‘International Embroidery Beauty Contest 2012’ di Singapura, dan kejuaraan lainnya.

Teknik Terbaru 2019

Selain teknik nano shading, manual shading, eyebrows shading, eyebrow shading 3D, nano lip crystal, hingga tattoo removal, ada teknik terbaru, yaitu nano circling. Teknik standar sulam internasional ini ia ciptakan sendiri dan sudah dikenalkan ke publik setahun lebih. “Mesin saya ciptakan sendiri, buatan Indonesia. Pernah coba 3 kali, gagal. Ke (uji coba) 20, baru berhasil,” jelasnya.

Selain bertahan hingga 5 tahun dengan pengerjaan sekitar 1 jam, teknik ini lebih natural, menyerupai bulu asli dan aman di kulit. Teknik ini, alis terlihat lebih natural.

“Biasanya orang bikin microblading, agak kasar, jatuhnya enggak bagus hasilnya. Kalau dilihat dari dekat sekitar 1 meter, terlihat agak kaku. Orang enggak tahu perbandingan mana garis dan shading,” imbuhnya.

Koh Ali menegaskan, ini teknik pertama di dunia ciptaannya. Setahun lebih, teknik ini dikenalkan lewat seminar ke para pesulam alis di Eropa dan Asia. Seperti Paris, Belanda, Australia, Korea Selatan, India, hingga Belgia. Tahun ini, total ada 50 negara yang ia kunjungi dalam rangka memberi seminar. “Terakhir (seminar) di San Francisco (AS), bareng rekan saya, dia Grand Master Zettariuz. Nanti, Oktober 2018 di New York (AS). Dulu, orang kita belajar ke luar negeri. Sekarang, terbalik, orang luar belajar ke kita,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, teknik nano circling akan dibuat konsep 3D. “Tahun kemarin belum ada. Pakai 3D lebih hidup, ada bayangan-bayangan. Dua meter masih terlihat bagus. Ini bikin sendiri,” tutupnya.

Seolah tak habis berinovasi. Setelah nano circling, Koh Ali, segera menciptakan teknik terbaru bernama ahli handling di 2019. Termasuk laser bibir.

Penulis: Baktian Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi