Nalar.ID

Aktivitas Yanti Alosya Selama Pandemi: Berbisnis Sambil Mempercepat Kuliah

Nalar.ID, Jakarta – Pemerintah mulai melonggarkan pembatasan sosial setelah hampir tiga bulan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Namun, pandemi Covid-19 masih berlangsung. Pilihannya: masuk ke tata cara hidup baru atau kehidupan new normal.

Presiden Joko Widodo pun mengisyaratkan dapat hidup berdampingan dengan Covid-19 selama vaksin belum ditemukan. Padahal tak sedikit pelaku usaha atau ekonomi berharap dapat menjalankan roda bisnisnya.

Salah satunya pengusaha wanita asal Ambon, Yanti Alosya yang berharap kondisi ini benar-benar pulih usai pandemi berakhir. Berikut perbincangan Yanti Alosya dengan Nalar.ID, Jumat (12/6/2020).

Pandemi Covid-19 melumpuhkan hampir seluruh negara, hingga muncul kebiasaan hidup baru atau new normal. Langkah Anda menjalani new normal?

Pada dasarnya, peradaban manusia berkembang berdasarkan prinsip survival. Suka tidak suka, new normal adalah upaya bertahan dan meneruskan hidup yang harus dihadapi oleh semua orang. Pedoman kesehatan sudah diterbitkan oleh pemerintah.

Kebetulan dalam bidang usaha saya, pengadaan dan konstruksi tak banyak melakukan interaksi orang luar yang datang ke kantor. Koordinasi tatap muka dapat dikurangi dengan memanfaatkan teknologi jaringan.

Ada hambatan?

Mungkin akan muncul pada pekerjaan di lapangan. Tetapi, dengan menetapkan dan memastikan protokol kesehatan dilakukan dengan baik, saya optimis new normal di lapangan dapat terjaga. Tetapi, untuk pekerjaan di lapangan akan sedikit lebih sulit, karena untuk tugas tertentu sulit melakukan jaga jarak.

Mungkin untuk di lapangan, kami akan menempatkan safety officer lebih banyak. Kuncinya adalah waktu untuk terbiasa new normal dan jangan menganggap ini sebagai hambatan.

Bagaimana menerapkan protokol kesehatan terhadap anggota keluarga dan tim kerja?

Secara umum, sama saja, baik di rumah atau kantor. Memang di rumah agak sulit bagi anak yang masih kecil, tetapi bagi yang sudah besar sama saja. Bedanya, kalau anggota keluarga sakit tetap masuk ke rumah. Sementara di kantor, saya siapkan area awal. Karyawan dapat mengganti baju, sepatu, dan mencuci tangan.

Semua protokol kesehatan sesuai anjuran ketat, bahkan saya lakukan sejak awal Covid 19 di Indonesia. Secara khusus saya akan menunjuk tim yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan new normal, khususnya untuk keperluan pekerjaan di lapangan.

Selama stay at home dan work from home (WFH), aktivitas untuk mengisi waktu luang agar tetap produktif?

Pekerjaan tetap berkoordinasi dengan rekan-rekan kerja. Lalu, mempersiapkan berbagai proyek yang masih dapat dilanjutkan atau berpeluang dilanjutkan setelah Covid 19 selesai.

Selain itu?

Kebetulan, saya juga meneruskan kuliah lagi di Magister Hukum Universitas Pattimura, Ambon. Jadi, sebenarnya, dengan adanya WFH, waktu saya untuk belajar jadi lebih banyak. Kesempatan ini benar-benar saya manfaatkan secara maksimal untuk mempercepat kuliah saya.

Sebagai wowanpreuner, strategi Anda mengatasi dampak pandemi terhadap kegiatan usaha?

Dampak pandemi Covid 19 belum bisa ditentukan walaupun cukup besar. Strategi secara khusus tidak ada. Saya beruntung memiliki tim solid dan mau mengerti keadaan ini. Kami merancang ulang pekerjaan dan time schedule kembali. Lalu, menata ulang kontrak-kontrak dan memastikan kelanjutan proyek yang sudah direncanakan.

Ikut memengaruhi usaha Anda?

Memang akan ada pengurangan atau pengunduran proyek, termasuk menurunnya pemasukan perusahaaan, tetapi ini dihadapi oleh semua usaha di seluruh dunia. Saya melihat secara positif ke depan bahwa akhirnya roda perusahaan tetap akan bergerak. Mungkin akan berat tetapi roda perekonomian harus berjalan.

Tips agar bangkit dari keterpurukan akibat terkena dampak Covid-19?

Jangan menyerah. Saya akui, menghadapi masalah ini berat namun perlu kita lihat bahwa semua orang dan usaha terdampak. Saya percaya, Tuhan selalu menginginkan yang terbaik bagi umatNya.

Kalaupun Tuhan mengizinkan bencana Covid 19 terjadi, saya melihatnya sebagai kesempatan untuk bangkit dan melihat peluang-peluang baru yang terbentuk akibat situasi ini. Siapa yang siap dan berani, atau bisa beradaptasi dengan keadaan, dia lah yang akan berhasil.

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi