Nalar.ID

Alasan Kementerian BUMN Bentuk Holding Pembiayaan Mikro

Nalar.ID, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan soal alasan pembentukan holding pembiayaan dan pemberdayaan Ultra Mikro (UMi). Sebab, ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem sehingga makin banyak lagi pelaku UMi dapat akses layanan keuangan formal.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menuturkan, ada tiga hal yang diharapkan dari pembentukan holding.

Pertama, integrasi BUMN pada holding inimenciptakan efisiensi biaya dana (cost of fund) dari lembaga yang terlibat, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

“Dengan ekosistem sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM cost of fund dari ekosistem ini bisa kami buat lebih rendah,” ujar Kartika, pada diskusi virtual, akhir Januari lalu.

Kedua, sinergi jaringan sehingga ekspansi usaha bisa dilakukan dengan biaya lebih murah. Praktis, cost of serve dan acquire customer lebih murah. 

Ketiga, kehadiran holding  diproyeksi menghasilkan sinergi digitalisasi dan platform pemberdayaan pelaku usaha kecil di Indonesia. 

Sinergi ini akan menyediakan pusat data UMKM. Hal ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber data UMKM dalam skala nasional sehingga dapat membantu pemerintah. Nantinya, program berbagai program UMKM bisa dijalankan tepat sasaran. 

Pembentukan holding BUMN untuk UMi ini, diakuinya, jadi salah satu cara Kementerian BUMN mengakselerasi akses keuangan formal UMKM di Indonesia. 

“UMKM adalah mesin ekonomi sangat besar sehingga kapasitas, akses keuangan dan pasar terhadap UMKM perlu ditingkatkan. Usai pandemi, saya yakin peran BUMN bisa ditingkatkan untuk memperluas akses bagi pelaku usaha. Khususnya melalui integrasi layanan ultra mikro di ekosistem BRI, Pegadaian dan PNM,” jelasnya. 

Penulis: Febriansyah| Editor: Ceppy F. Bachtiar

 

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi