Nalar.ID

Album Kelima Jimma Hariesda: Dedikasi untuk Para Nakes

Nalar.ID, Jakarta – Jimma Hariesda, nama yang tak asing di industri musik Indonesia. Ia penyanyi senior dekade 80-an dan 90-an. Termasuk penyanyi senior di soundtrack film Catatan Si Boy 2 era 1980-an.

Di masanya, ia kerap wara-wiri di TVRI sejak acara musik ‘Wajah Baru’ di TVRI tahun 1986. Di zamannya, program ini sangat digandrungi para penyanyi seluruh Indonesia.

Kini, tahun 2021, Jimma merilis album kelima bergenre pop nasionalis dan religius. Lagu ini ia produseri bersama record label-nya Maesda Pro. Records berkonsep funky and catchy milenial dengan tema Gapai Indonesia Emas 2050 lewat single-single barunya berjudul Pahlawan Kemanusiaan, Hamba Merasa Tinggi, GIE2050 & Satukanlah Hamba-Mu Bangsa Indonesia.

Lagu yang diunggulkan, yakni Pahlawan Kemanusiaan. Lagu ini dibawakan oleh Jimma Hariesda featuring Misqa Hariesda. Kebetulan, Misqa adalah Duta GIE2050. Jimma mengakui, lagu Pahlawan Kemanusiaan ia dedikasikan khusus kepada para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

“Terutama yang gugur syahid. Semua lagu di album GIE2050 memberi input positif bagi bangsa Indonesia agar bisa menghasilkan bangsa ber-qolbu emas bercahaya. Terutama wajib menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia sesuai lagu Satukanlah Hamba-Mu Bangsa Indonesia yang nantinya Indonesia akan jadi raja dunia,” kata Jimma.

Kemudian, lagu Hamba Merasa Tinggi juga mengingatkan agar jangan merasa lebih pintar dan angkuh kepada sesama manusia. Sedangkan lagu Gapai Indonesia Emas 2050, syairnya untuk membangkitkan jiwa dan raga bangsa Indonesia. “Serta memajukan bangsa Indonesia agar Indonesia menjadi negara hebat di dunia,” tambah Jimma.

Meskipun idealis di industri musik dan rekaman, Jimma masih aktif berkarya dan tetap eksis hingga kini. Video klip lagu tersebut dapat dikunjungi di kanal Youtube @jimmahariesda http://youtube.com/c/JIMMAHARIESDA lalu di semua platform digital store worldwide, spotify, joox, iTunes, apple music, dan Langit Musik, serta https://linktr.ee/JimmaHariesda.

Konsep Syiar

“Album GIE2050 ini khusus saya dedikasikan untuk Soekarno-Hatta yang saya cintai dan para pejuang kemerdekaan RI,” tukasnya.

Diketahui, konsep, syiar dan visi-misinya ini telah ia dengungkan sejak tahun 2007 lalu. Pasalnya, ia melihat situasi bangsa ini yang kian lama memprihatinkan dalam segala hal.

“Terlebih, dengan hadirnya Covid-19 hingga varian Delta. Insha Allah, secepatnya pandemi ini segera berakhir. Hal paling utama, kita semua fokus dan bersatu untuk berperang melawan virus ini. Terutama buang jauh-jauh saling fitnah, gibhah, adu domba, dan perseteruan, yang menghambat kemajuan Indonesia,” jelasnya.

Utamanya, visi-misi GIE2050 adalah untuk kemaslahatan umat serta untuk kemajuan dan persatuan bangsa Indonesia.

Diketahui, Jimma telah menelurkan karya musik di industri rekaman sejak album pertama, di OST film Catatan Si Boy 2 produksi Team Records & Prambors, lewat lagu Biarkan Cinta Mekar Berbunga (1988). Lagu ini terkenal hingga di Singapura, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam. Album ini mendapatkan BASF Awards sebagai Album Terlaris dan Fenomenal.

Lalu, album kedua, 10 Bintang Vocal Nusantara (1990) produksi Team Records dengan lagunya Di Majalah yang sangat populer, menjadi hits dan masuk tangga lagu 1 di seluruh radio Indonesia di zamannya. Setelah itu dijadikan soundtrack film Blok M dengan pemeran utama Dessy Ratnasari dan Paramitha Rusady.

Kemudian, album ketiga Independent (2003) produksi Maesda Pro. Records lewat single ‘Pa Bila’. Lagu ini wara-wiri di radio Indonesia dan masuk tangga lagu 1 Acara Musik ANTV SPLIT 10 lagu Indonesia terpilih. Berikutnya, album keempat Dunia Terasa Indah (2020) produksi Maesda Pro. Records. Serta album kelima, Gapai Indonesia Emas 2050 (2021) produksi Maesda Pro. Records.

Jimma berharap, syiar mulia yang digagas ini menjadi besar jika didukung oleh semua elemen bangsa, para sponsor, investor dan sebagainya. Pasalnya, kedepan, akan diselenggarakan promo tour show GIE2050, panggung musik GIE2050 Qolbu Bercahaya hingga layar lebar.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi