Nalar.ID

Ali Zamroni: Pembubaran BSNP Tunjukkan Wajah Nadiem Makarim Sebenarnya

Nalar.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membubarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Keputusannya menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan.

Sebab, pembubaran BSNP melalui Permendikbud 28/2021 itu bertentangan dengan UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Menurut anggota Komisi X DPR RI fraksi Gerindra Ali Zamroni, Rabu (1/9/2021), dalam Pasal 35 UU Sisdiknas, pemerintah diberi amanat mengembangkan standar nasional pendidikan dan melakukan pemantauan dan pelaporan.

“Pada penjelasan Pasal 35 UU Sisdiknas disebut, jika badan pengembangan standar nasional pendidikan bersifat independen, mandiri. Sementara fungsi Dewan Pakar sekadar memberi pertimbangan kepada Mendikbud-Ristek mengenai standar nasional pendidikan,” kata Ali, kepada Nalar.ID.

Acuan Standar Kelulusan

Menurutnya, ini tak setara dengan BSNP yang mandiri. “Seperti jeruk makan jeruk,” kata Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Gerindra di DPR RI ini.

Ia juga menyebut, pembubaran BNSP juga berarti sekolah tak akan lagi memiliki acuan standar kelulusan, pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan.

“Termasuk pembiayaan pendidikan yang disusun sebuah lembaga mandiri,” tukasnya.

Kemendikbudristek, ucap Ali, sejatinya hanya melakukan penguatan dan pemusatan birokrasi pendidikan untuk dirinya sendiri. Sementara partisipasi masyarakat dilemahkan.

“Puncaknya, tak ada lagi yang namanya gotong-royong dalam penyusunan, pemantauan dan pelaporan standar nasional pendidikan. Karena itu sudah diamputasi,” jelasnya.

Di sisi lain, tambah Ali, kebijakan itu pada akhirnya menunjukkan wajah Nadiem Makarim yang sebetulnya tak paham jika penyelenggaraan pendidikan itu butuh partisipasi banyak orang, bukan dirinya sendiri.

“Bukan menguatkan, Nadiem malah merebut hak partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan,” tandasnya.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi