Nalar.ID

Anak Lihat Prosesi Sembelih Kurban, Psikolog Rose Mini: Perhatikan Perkembangan Kognitif

Nalar.ID, Jakarta – Sejumlah umat Muslim di penjuru negeri, melakukan ibadah kurban Idul Adha, Rabu (22/8). Beberapa orang tua atau orang dewasa, turut mengajak serta anak-anaknya, yang masih balita untuk menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban.

Di beberapa tempat, seperti di kawasan Jakarta Pusat, ada seorang anak balita menangis saat menyaksikan seekor sapi disembelih. Sedangkan, si ibu mengatakan bahwa buah hatinya belum mengerti.

Menurut penuturan psikolog Rose Mini, atau akrab disapa Bunda Romi, walau niatan untuk mengajarkan perintah agama pada anak sejak dini adalah tindakan mulia tapi hal itu harus diimbangi dengan pendampingan orang tua.

“Sebenarnya, memberitahu ke anak, supaya dia melihat hewan disembelih, (orang tua) harus mampu menjelaskan, maksudnya apa dan mengapa dia (hewan) harus disembelih. Kalau enggak, nanti jadinya malah seperti tindakan kekerasan kepada hewan, kalau misalnya anaknya belum paham dan mengerti,” jelasnya, dihubungi nalar.ID, Rabu (22/8).

Ia menambahkan, jika si anak masih terlalu kecil dan melihat hewan disembelih, hewan tersebut tak semuanya adem ayem saja. “Tapi, kan ada yang (hewan) lari-lari, dijatuhkan, macem-macem, sampai teriak-teriak. Situasi itu yang akan membuat si anak jadi kurang nyaman,” imbuhnya.

Bunda Romi menyampaikan, anak usia balita belum saatnya dan perlu diajak untuk melihat prosesi penyembelihan hewan. “Karena belum waktunya,” tukasnya.

“Untuk tahu makna dan perintah agama di balik prosesi kurban, butuh perkembangan kognitif yang sempurna di usia cukup anak. Kalau anak masih balita, sebaiknya enggak usah dikasih lihat dulu, sampai dia benar-benar paham,” urainya.

Ia menambahkan, saat anak masih terlalu kecil, perkembangan kognitif belum bisa menyerap atau menerima makna serta arti dari penyembelihan hewan kurban itu.

Penulis: Erha Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi