Nalar.ID

Anggota DPR RI Ali Zamroni: Realokasi Anggaran PON 2020 untuk Covid-19

Nalar.ID, Jakarta – Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan beberapa hal terkait langkah dan penanganan virus Corona (Covid-19). Diantaranya menganggarkan Rp 405,1 triliun untuk penanggulangan Covid-19.

Masalah ini menjadi bahan rapat internal Panja PON Komisi X DPR RI, Rabu (1/4/2020) siang.

Menurut pandangan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ali Zamroni, S. Sos., angka yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp 405,1 triliun untuk menangani Covid-19 bukan angka yang kecil.

“Walaupun menurut kami ini perlu ditambah lagi. Artinya, dari Komisi I sampai XI, banyak sekali kementerian/lembaga yang melakukan penyisiran anggaran terkait dengan kontribusinya terhadap Covid-19,” kata Ali Zamroni, kepada Nalar.ID, Rabu (1/4/2020).

Hal ini menjadi catatan Ali terkait event olahraga PON 2020 yang akan diselenggarakan di Jayapura, Papua. Ali meminta semua pihak harus cermat dalam menyikapi hal ini.

Ali berpendapat, penyelenggaraan event tersebut harus ditunda. Soal tunda atau tidaknya, menurut Ali, hal itu dikembalikan ke pemerintah.

“Kami berharap, saat ini semua event-event tidak ada yang tidak ditunda. Bahkan sampai event-event besar internasional seperti liga-liga di Eropa, semuanya ditunda. Apa lagi event olahraga, tentu membutuhkan waktu dalam latihan,” jelasnya.

Stimulus Masyarakat

Sebelumnya, lanjut Ali, pemerintah menyampaikan bahwa pada April, Mei, dan Juni adalah tenggat waktu pemerintah dalam memberikan keringanan kepada masyarakat. Salah satunya tarif listrik dan sebagainya.

“Maka itu penundaan event itu kita serahkan kepada pemerintah. Toh, event Pilkada yang digelar September besok juga ditunda. Kami berharap Komisi X memberikan keleluasaan kepada pemerintah untuk kembali menentukan jadwal,” tukasnya.

Diakuinya, seluruh kementerian, saat ini tidak ada yang tidak diminta kontribusi untuk melakukan penanganan Covid-19.

“Kita berharap, kalau memang ditunda, pakai saja anggaran Rp 520 miliar untuk penanggulangan wabah epidemik ini. Semoga keputusan nanti, bersama Kemenpora, bisa melahirkan keputusan-keputusan yang betul-betul melihat kondisi dan situasi saat ini,” tegas Ali.

Diketahui, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2020 sebesar Rp 1,7 triliun. Sementara untuk pelaksanaan PON 2020 menelan angka Rp 520 miliar.

Sementara dihubungi secara terpisah, Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan, masih akan menunggu arahan Menpora, Zainudin Amali terkait penundaan PON 2020 tersebut.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi