Nalar.ID

Artis Nyaleg, Pengamat Politik Siti Zuhro: Tak Cukup Rupa dan Popularitas

Nalar.id, Jakarta – Pengamat politik dan peneliti dari LIPI, mengatakan, peluang artis di pemilihan umum (Pemilu) 2019 bisa cerah bila benar-benar memenuhi persyaratan sebagai caleg (calon legislatif)Artis tidak bisa semata-mata mengandalkan popularitas saja. Sebagai calon, mereka harus menunjukkan integritas, kompetensi atau kemampuan dan kapasitasnya,” ucapnya, nalar.ID, dihubungi Selasa (10/7).

Meskipun popularitas bisa digunakan sebagai modal awal, kata Siti, itu saja sangat tak cukup. Menurutnya, konstituen butuh wakil rakyat yang punya empati dan genuine (ikhlas atau sungguh-sungguh) berpihak kepada rakyat. Komunikasi dan sinergi yang terbangun secara intensif antara caleg dan konstituen, lanjutnya, tak menutup kemungkinan terbangun oleh dukungan yang lebih ril dalam pemilu.

“Kalau dukungan artis dalam kampanye pemilihan kepala daerah, juga bisa menunjang kemenangan pasangan calon. Tapi, peran ini tak terlalu maksimal dan penuh. Sebetulnya, peran artis setara atau sejajar dengan partai pengusung calon. Mereka cuma penyempurna kemenangan, padahal penentu kemenangan adalah calon itu sendiri,” tambahnya.

Siti menambahkan, dukungan artis dalam kampanye, sebetulnya bisa meningkat kalau artis bisa paham soal penyampaian misi dan visi dari pasangan yang akan diusung. Tak hanya cantik atau tampan tapi harus artikulatif agar bisa meyakinkan konstituen.

Penulis: Baktian Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi