Nalar.ID

Artis Nyaleg, Pesinetron Raden Siti Fitrie Kirana: Perjuangkan Perempuan dan Anak

Nalar.ID, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan daftar calon tetap (DCT) caleg atau calon legislatif untuk DPR, DRPD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dalam Pemilu 2019, pada 20 September lalu. Selain sipil, politisi, hingga pengusaha, sederet nama artis ikut mewarnai panggung politik Tanah Air.

Tak terkecuali Raden Siti Fitrie Kirana yang akan bertarung di Pemilu 2019. Ia mengakui terjun ke politik karena panggilan hati. “Saya concern dan memperjuangkan perempuan dan anak. Kedua subyek ini merupakan wilayah konflik terbesar,” ucapnya, lewat YPPA (Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak) yayasan yang ia pimpin tiga tahun terakhir.

Mantan pesinetron ini maju di DPRD DKI Jakarta dalam dapil (pemilihan) VIII meliputi Mampang, Tebet, Pancoran, Jakarta, Pasar Minggu, dari Partai Amanat Nasional. Dijumpai di sebuah acara belum lama ini, berikut penuturan kepada Nalar.ID:

Alasan nyaleg?

Saya merasa terpanggil. Giroh saya bangun dengan keadaan seperti sekarang ini. Ini semua berawal sejak saya mendirikan YPPA yang berkenaan dengan ranah perempuan dan anak. Dua subyek ini wilayah konflik terbesar. Saya memberanikan diri mengisi kebutuhan suara perempuan dalam politik agar memaksimalkan sisa hidup saya dengan berbuat kebaikan dan menolong orang dengan lebih lebar dan banyak. Insha Allah.

Kenapa menyasar kursi di DPRD?

Jujur, saya bukan dari background politik. Sambil saya belajar dari DPRD terdahulu dengan sektor yang lebih kecil. Saya tertarik di Komisi E (sosial, pendidikan, kesehatan, olahraga dan pemuda, pemberdayaan masyarakat dan perempuan, perlindungan anak), tak jauh dengan apa yang saya kerjakan di yayasan YPPA.

Pencanangan program usai terpilih?

Berkenaan dengan perempuan dan anak, serta keagamaan. Baik sisi pendidikan, keagamaan, dan kesehatan.

Raden Siti Fitrie Kirana bertemu dan bersosialisasi dengan masyarakat - nalar.id
Raden Siti Fitrie Kirana bertemu dan bersosialisasi dengan masyarakat. (NALAR/Dok.Pri)

Trik membangun komunikasi dengan konstituen?

Tidak ada. Awalnya, aku melakukan semua dengan hati ikhlas dan senang untuk bersentuhan dengan kemasyarakatan. Bisa mendengar atau menyerap aspirasi mereka. Sharing ilmu yang terkait program YPPA, bisa pelatihan bersama, sekaligus memberi mereka solusi. Alhamdulillah, semua rasanya tak ada yang saya harus buat buat. Natural berjalan begitu saja. Prinsipnya, menjadi diri apa adanya, bukan ada apanya, hehe.

Tak hanya Anda. Ada 54 artis lain nyaleg. Peluang Anda?

Sangat senang dan bangga kalau satu profesi, khususnya, dapat turut partisipasi. Yang pasti, mereka memiliki potensi dan integritas jelas. Turun membantu rakyat sekaligus menghibur warga. Ini adalah selling point kita sebagai artis. Alhamdulillah, kelebihan artis, mudah berinteraksi, biasanya dengan warga, hehe.

Ada anggapan, seorang artis sedikit diragukan kompetensi & kapabilitas berpolitik. Tanggapan Anda?

Enggak apa-apa. Itu hak orang berasumsi atau menilai apapun sesuai pandangan dan pemikirannya. Kalau boleh aku bilang, baik artis, pengusaha, atau profesi lainnya, jika dirinya memang tak memiliki potensi dan tak mau belajar, ya pasti tidak akan punya kompentensi apalagi kapabilitas.

Stereotypes masyarakat terhadap artis modal tampang dan tenar doang, sedikit-sedikit akan mulai pudar. Insha Allah, dengan semakin banyaknya kami teman-teman artis yang memang mau berjuang bela umat dan bela rakyat.

Yang Anda lakukan jika tak terpilih?

Tetap berjuang fokus membesarkan YPPA. Saya selaku pendiri dan ketua umum-nya bertanggung jawab menjaga repitisi dan konsistensi program kerja yayasan. Apapun hasil yang Allah berikan tidak pernah salah. Ada hikmah untuk saya hari ini, esok dan kedepan. Tetap bersyukur, berjuang dalam menghabisi sisa hidup. Melayani dengan hati karena segala sesuatu yang dilakukan dengan hati, Inshaa Allah, ikhlas.

Penulis: Febriansyah Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi