Nalar.ID

ASN Dituntut Melek Teknologi dan Informasi

Nalar.ID, Jakarta – Pandemi Covid-19 menunjukkan akan perlunya keluar dari rutinitas bagi para penyelenggara negara, menerapkan pola dan cara baru yang lebih adaptif. Presiden RI Joko Widodo (Widodo) mengingatkan pentingnya perubahan birokrasi agar memiliki kemampuan adaptasi dengan berbagai kondisi, termasuk pandemi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan langkah penting menciptakan aparatur sipil negara (ASN) yang unggul pasca-pandemi.

Digital Government

Pertama, merumuskan manajemen ASN di era normal baru dengan sistem digital.

“ASN akan banyak bekerja memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Juga bisa bekerja di berbagai lokasi dan waktu, dengan dokumen-dokumen berbentuk digital,” kata Menteri Tjahjo dalam seminar daring oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Kedua, mengubah sistem perencanaan dan pengadaan ASN, baik PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ke depan, rekrutmen ASN harus mencakup kebutuhan ASN untuk membangun digital government, ASN yang memiliki literasi teknologi informasi, serta penguatan kompetensi sesuai perkembangan organisasi.

Ketiga, mengubah sistem pengembangan pegawai. Sistem pendidikan ASN harus beradaptasi. “Apakah harus dalam kelas, dilakukan online, magang, atau pembelajaran langsung di tempat kerja,” tambah Menteri Tjahjo.

Manajemen Talente

Pemerintah juga akan menerapkan manajemen talenta. Melalui manajemen ini, sejak awal rekrutmen potensi pegawai akan terus dimonitor. Mereka diberi pengembangan, penugasan yang menantang, magang dan tugas kepemimpinan. Dengan begitu, mendapatkan informasi tentang potensi yang bisa dimanfaatkan bagi perkembangan organisasi.

ASN unggul, kata Tjahjo, perlu didukung sistem kerja yang mendorong potensi terbaik setiap individu. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi akan dikuatkan pada sistem kerja pemerintahan.

Seluruh lini pemerintahan dari pusat hingga daerah memerlukan aplikasi layanan administrasi berbasis elektronik, seperti e-office, sistem aplikasi perencanaan dan penganggaran, monitoring dan evaluasi, serta sistem informasi kepegawai, dan sebagainya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi