Nalar.ID

Awal Puasa, Kemensos Cairkan Bansos PKH Rp 6,53 T

Nalar.ID, Jakarta – Kementerian Sosial menyaLurkan bantuan sosial tunai Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 6,53 triliun. Ini bertepatan dengan dimulainya puasa Ramadan 1442 H.

“Pencairan bantuan ini untuk tahap II. Kebetulan, bulan April, jadi pas bersamaan dengan awal puasa,” kata Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, dalam keterangan tertulis diterima Nalar.ID, belum lama ini.

Bansos itu, lanjut Mensos menyasar 9.074.584 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar diseluruh pelosok Tanah Air.

Dengan pencairan bantuan PKH, diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran di bulan puasa. Sebab, biasanya kalau puasa berbeda dengan hari-hari biasa.

“Bulan puasa pengeluaran akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan sahur maupun buka puasa. Untuk beli takjil atau makanan tambahan lain,” ungkapnya.

Pencairan bansos PKH  juga diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi. “Semakin banyak uang yang beredar, makin tinggi daya beli masyarakat,” papar mantan Walikota Surabaya dua periode itu.

Kalau daya beli meningkat maka pedagang kecil juga akan terkena dampaknya, dagangan jadi laku dan bisa mendapatkan untung.

PKH merupakan bantuan bersyarat bagi keluarga yang memenuhi satu atau lebih komponen yaitu kompinen kesehatan dengan kategori ibu hamil dan anak balita. Komponen pendidikan dengan kategori anak SD/MI atau sederajat, anak SMP/MTs atau sederajat dan anak SMA/MAN atau sederajat.

Komponen Kesejahteraan Sosial dengan kategori lanjut usia diatas 70 tahun dan kategori Disabilitas berat.

Kemensos bekerja sama dengan Himbara dalam pencairan bantuan. Seluruh KPM PKH mendapatkan bantuan langsung ke rekeningnya. “Mereka bisa mencairkan di ATM bersama, e-warung, dan agen-agen bank yang ditunjuk bank penyalur,” pungkas Mensos.

Berdasarkan data dari Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial, alokasi anggaran bantuan sosial PKH tahun 2021 sebesar Rp 28,71 triliun dan telah disalurkan dua tahap Rp 15.35 triliun, yaitu Januari 2021 sebesar Rp 6,82 triliun rupiah dan April Rp 6,53  rupiah.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi