Nalar.ID

Awas! Surat Palsu Pengangkatan CPNS Catut Nama Kementerian PANRB Kembali Beredar

Nalar.ID, Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menegaskan bahwa surat yang ramai beredar melalui pesan Whatsapp tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Jalur Khusus T.A 2013/2014 adalah palsu (hoaks).

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Andi Rahadian memastikan, kementerian ini tak pernah mengeluarkan  surat tersebut.

“Surat itu dipastikan palsu dan tak benar. Mohon masyarakat mengabaikan surat itu,” kata Andi di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (17/2/2021).

Surat palsu bernomor B/977/S.KP.01.00/2020 yang mencatut nama Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji itu mengesankan seolah Kementerian PANRB telah menetapkan keputusan pengangkatan CPNS  Tahun Anggaran 2013/2014 melalui Jalur Khusus.

Keputusan itu seolah dihasilkan berdasarkan Rapat Koordinasi CPNS Jalur Khusus dengan Pejabat Pembina Teknis Kepegawaian dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 28 Desember 2020 di Kementerian PANRB.

Disebutkan pula, seluruh peserta CPNS dari jalur khusus itu untuk segera melaporkan diri kepada Kepala Biro Pembina Kepegawaian Pemerintah Provinsi.

Andi menegaskan, Undang-Undang No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengamanatkan bahwa pengangkatan CPNS hanya dilakukan melalui proses seleksi.

“Semua pengangkatan harus melalui tahapan seleksi. Tidak ada pengangkatan tanpa tes,” jelasnya.

Andi mengimbau agar seluruh informasi yang berhubungan dengan CPNS hanya bersumber dari website www.menpan.go.id dan media sosial resmi Kementerian PANRB. Jika terdapat pertanyaan terkait kebijakan perihal ASN, dapat langsung menghubungi Media Center Kementerian PANRB melalui nomor (+6221) 7398381-89 atau melalui email di halomenpan@menpan.go.id.

Masyarakat diminta agar selalu hati-hati dan tidak mudah percaya dengan informasi terkait kemudahan pengangkatan CPNS.

Penulis: Febriansyah Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi