Nalar.ID

Babak 4 Besar KDI 2020: Rahman Terjemput

Nalar.ID, Jakarta – Kontes KDI 2020 telah memasuki Babak 4 besar, Senin (19/10/2020) malam. Kali ini para kontestan, Haviz (Dumai), Wahid (Sidoarjo), Gita (Lombok) dan Rahman ( Bogor ) memberikan penampilan terbaiknya di panggung Studio 14 MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta.

Namun, malam ini, Rahman asal Bogor harus terjemput di babak 4 besar. Kini telah menyisakan tiga kontestan, yakni Gita (Lombok), Haviz (Dumai), dan Wahid (Sidoarjo).

Sebelum peserta tampil, Nurbayan, Alwiansyah, Tanjung, Jojo, Aiman, Nando, dan Putra membuka Kontes KDI 2020 dengan lagu ‘Pokoke Joged’.

Dilanjutkan penampilan Sinden cilik asal Kediri, Niken Salindri, Tasya Rosmalia, Laila,Genia, Cindy, Risa, dan Reka dengan lagu ‘Konco Mesra’. Serta penampilan Dimas Tedjo, Niken Salindri, Marvin KDI, Jelita, Wina, Icha, Silvi, Elsa, dan Sarah lewat lagu ‘Oplosan’.

Kontestan asal Dumai, Hafiz jadi peserta pertama yang tampil. Ia sukses membuat para juri terpukau dengan lagu ‘Tidak Semua Laki-laki”.

Begitu pula penampilan Wahid, asal Sidoarjo yang mampu mencuri perhatian juri dengan lagu ‘Gejolak Asmara’. Gita (Lombok), yang selanjutnya tampil sukses membuat kagum para juri dengan lagu ‘Muara Kasih Bunda’.

Kontestan terakhir, yakni Rahman, asal Bogor. Ia menutup kontes KDI 2020 dengan mendapat komentar juri Ayu Ting Ting. “Rahman kurang maksimal saat menyanyikan di nada nada tinggi,” ujar Ayu.

Keempat kontestan telah memberikan penampilan terbaiknya. Nurbayan, Tasya Rosmalia, Dimas Tedjo, dan Marvin membawakan lagu ‘Kartonyono Medot Janji’. Dilanjut penampilan juri Iis Dahlia sebagai penutup KDI 2020 malam ini.

“Malam ini, Rahman bernyanyi sangat fatal, sehingga bisa terjemput. Penilaian juri di respon oleh pemirsa MNCTV karena telah objektif dalam voting para kontestan,” kata Danang. 

Pekan depan, tiga kontestan yang akan bersaing di babak 2 besar, yakni Wahid (Sidoarjo), Gita (Lombok) dan Haviz (Dumai).

Penulis: Veronica | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi