Nalar.ID

Bamsoet: Media Massa Tak Hanya Sebar Informasi tapi Kontrol dan Partisipasi Publik

Nalar.ID, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan, pers sebagai pilar demokrasi yang menjalankan fungsi diseminasi informasi bagi publik dan MPR RI sebagai rumah kebangsaan yang menjembatani berbagai arus perubahan, pemikiran, dan aspirasi masyarakat, adalah dua elemen yang saling melengkapi.

“Berbagai peran media massa dalam membangun demokrasi saat ini telah terimplementasikan dalam berbagai peran penting. Di mana media massa tidak saja semata menjadi institusi penyebarluasan informasi bagi publik, tetapi juga merepresentasikan fungsi kontrol, fungsi kritik, sekaligus memberikan ruang bagi partisipasi publik,” ujar Bamsoet di Jakarta, belum lama ini.

Ia juga mengungkapkan, laporan Reporters Without Borders mencatat indeks kebebasan pers di Indonesia tahun ini berada di angka 37,4 poin, menempatkan Indonesia pada posisi 113 dari 180 negara yang disurvei.

Masih kalah dibandingkan Timor Leste di peringkat 71 dengan indeks 29,11 poin. Menurut catatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, kasus kekerasan terhadap jurnalis tahun 2020 mencapai 117 kasus, meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya. Sekaligus merupakan yang tertinggi sejak periode pasca reformasi.

“Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2020 berada di angka 74,92, sedikit meningkat dari tahun 2019 di angka 72,39. Data BPS menunjukkan, Indeks Demokrasi Indonesia selama kurun waktu 2009 – 2020 mengalami pasang surut. Ini mengindikasikan bahwa demokrasi kita saat ini belum berada pada level kemapanan,” ungkap Bamsoet.

Ia juga menambahkan, sebagai data pembanding, rilis yang dipublikasikan The Economist Intelligence Unit (EIU) menempatkan Indeks Demokrasi Indonesia pada peringkat ke-64 dunia, dengan skor 6,3.

Meski dalam segi peringkat Indonesia masih tetap sama dengan tahun 2019, namun skor itu menurun dari skor sebelumnya, yaitu 6,48. Menurut catatan EIU, Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2020 merupakan angka terendah yang diperoleh Indonesia dalam kurun waktu 14 tahun terakhir.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi