Nalar.ID

Bamsoet Minta Pemerintah Tindak Tegas dan Bekukan Rekening Pinjol Ilegal

Nalar.ID, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan masyarakat untuk bijaksana dalam memanfaatkan financial teknologi pinjaman online (pinjol).

Keberadaannya yang dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses permodalan, jangan sampai justru menjerat masyarakat dalam lilitan hutang.

“Disisi lain, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Otoritas Jasa Keuangan, juga harus membuat aturan main yang jelas terkait pinjaman online. Khususnya dalam proses penagihan piutang, jangan sampai membuat malu si peminjam. Apalagi sampai menggunakan cara-cara teror, intimidasi, bahkan mempermalukan peminjam,” ujar Bamsoet usai menerima pengurus  Kongres Advokat Indonesia, di Jakarta, Kamis (3/6/21).

Ia juga mendorong Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menertibkan dan menindak tegas berbagai teknologi finansial (tekfin) pinjol yang sudah membuat resah masyarakat. Mengingat masih banyak ditemukan Pinjol yang hadir di playstore dan appstore tidak memiliki izin OJK.

“Jika perlu bekukan rekening pinjol ilegal. Maraknya pinjol ilegal tidak lain karena masih lemahnya regulasi dalam mengatur keberadaan mereka. Tak jarang mereka menjerat konsumen dengan menyalahgunakan data pribadi, penerapan bunga tinggi, hingga melakukan intimidasi,” jelas Bamsoet.

Ia menerangkan, korbannya tak hanya masyarakat yang meminjam uang. Melainkan orang yang ada dalam daftar kontak telepon yang bersangkutan, yang tak tahu menahu dengan kasus pinjaman online. Namun juga harus menghadapi intimidasi dari pinjol.

“Polisi harus memanggil dan menindak tegas pinjol ilegal. Kominfo juga harus meminta pengelola appstore dan playstore menghapus aplikasi pinjol ilegal dari appstore dan playstore. Karena masyarakat memandang aplikasi pinjol yang ada di appstore dan playstore adalah legal atau resmi,” pungkas Bamsoet.

Editor: Radinka Ezar | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi