Nalar.ID

Bangkitnya UMKM, Kunci Pulih Ekonomi Nasional

Nalar.ID, Bali – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, atau Bamsoet menuturkan untuk menghadapi dampak pandemi, butuh usaha bersama dari pelaku perekonomian. Salah satunya dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

UMKM yang merepresentasikan lebih dari 99 persen pelaku usaha di seluruh Indonesia, adalah sektor perekonomian yang paling terdampak pandemi.

“Resesi ekonomi akibat pandemi lebih berat dari reformasi 1998, karena di 1998 masih terselamatkan oleh UMKM. Kebangkitan sektor UMKM adalah kunci penting kebangkitan perekonomian nasional,” ujar Bamsoet, belum lama ini.

Bamsoet menjelaskan dampak dari pandemi yang telah berlangsung selama hampir dua tahun, tidak akan serta merta pulih sepenuhnya dengan membaiknya penanggulangan pandemi di Indonesia. Pandemi terlanjur melenyapkan begitu banyak lapangan pekerjaan. Lebih dari 21 juta penduduk usia kerja terdampak.

“Sinyalemen pemulihan ekonomi yang ditandai lonjakan pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2021 ada 7,07 persen. Terindikasi melambat kembali di kuartal III tahun 2021 sebesar 3,51 persen. Pelambatan akibat dampak kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang membatasi aktivitas perekonomian rakyat,” katanya.

Adapun, ia juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan UMKM. Antara lain melalui dukungan fasilitasi pembiayaan dan insentif fiskal, pemberdayaan dan peningkatan literasi teknologi UMKM, dukungan alokasi anggaran melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Serta dukungan regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM, serta berbagai bentuk keberpihakan lainnya.

“Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) pada Maret 2021, jumlah UMKM sudah mencapai 64,2 juta. Kontribusi terhadap produk domestik bruto 61,07 persen, atau senilai Rp 8.573,89 triliun. UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia. Serta menghimpun 60,42 persen dari total investasi di Indonesia,” pungkas Bamsoet.

Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi