Nalar.ID

Bangun Nasionalisme, Kemensos Salurkan Rp 1,2 M ke Eks Napiter

Nalar.ID, Depok – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan Dana Bantuan Sosial Keluarga Eks Terorisme dan Radikalisme senilai Rp 1,2 miliar kepada 80 eks narapidana terorisme (napiter) yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

Mewakili Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, Sunarti menjelaskan pemberian bantuan ini untuk mendorong agar warga binaan eks pemasyarakatan, khususnya eks napiter dapat menjalankan fungsi sosialnya kembali di tengah masyarakat, dengan memulai usaha.

“Ini bagian dari stimulus untuk penguatan secara psikososial kepada mereka dan ekonomi keluarganya agar bisa kembali berada di tengah masyarakat dengan nyaman dan mampu mengembangkan bakat dan usahanya,” kata Sunarti, dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, Selasa (3/11/2020).

Penguatan  Nasionalisme

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo kepada Mensos Juliari untuk mengambil bagian dalam penanganan eks napiter, yang oleh Kemensos dimasukkan dalam kelompok Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP), yang dirujuk kepada Kemensos dan dilaksanakan secara bersinergi dan melibatkan berbagai pihak.

Disamping itu, dikatakan Sunarti pemberian bantuan tersebut juga ditujukan untuk memberikan penguatan  nasionalisme kepada mereka (eks napiter) dan upaya deradikalisasi melalui penguatan ekonomi.

“Kita bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan sinergi, salah satunya melalui identifikasi dan rekomendasi data dari BNPT kepada Kemensos yang dituangkan dalam MoU antara Kemensos dan BNPT No.1 tahun 2018. Salah satu tujuannya untuk mengembalikan fungsi sosial eks napiter melalui pemberian bantuan sosial keluarga eks terorisme dan radikalisme,” tambahnya.

Pemberian bantuan sosial keluarga eks terorisme dan radikalisme berupa modal usaha ini, lalu dapat dilanjutkan dengan pendampingan sosial yang berkelanjutan.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi