Nalar.ID

Begini Prosedur Vaksinasi Lansia Drive Thru di PPK Kemayoran

Nalar.ID, Jakarta – Guna mendukung program vaksinasi Covid-19 nasional, Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) menyediakan lahan untuk vaksinasi yang dapat dilakukan secara drive thru. Lokasi vaksinasi terletak di Jalan Benyamin Sueb Blok C3 Kemayoran, Jakarta Pusat.

Layanan yang merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi ini digelar oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan halodoc. Disediakan khusus untuk lansia berusia lebih dari 60 tahun, vaksinasi ini tak dipungut biaya. Program ini mulai dilaksanakan pada Rabu, 3 Maret hingga akhir 2021.

Penyediaan lahan yang dikelola oleh PPK Kemayoran dalam program ini sejalan dengan hal yang diprioritaskan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan, yaitu mengurangi mobilisasi.

Metode drive thru juga didukung oleh PPK Kemayoran mengurangi kerumunan karena para lansia tidak perlu mengantri hingga panjang. Sebelumnya, lahan yang sama juga telah digunakan halodoc untuk pemeriksaan Covid-19 (rapid tes/antigen/PCR) secara drive thru.

Sementara itu Direktur Utama PPK Kemayoran, Medi Kristianto  mejelaskan dukungannya sebagai pengelola lahan dalam penyediaan pos vaksinasi ini.

“Lahannya luas lebih dari tiga hektar. Sangat cukup melayani drive thru. Kami lengkapi dengan tenaga kebersihan guna menjaga kebersihan lokasi,” jelas Medi, kepada Nalar.ID.

Ada beberapa syarat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 drive thru ini. Setelah daftar secara online melalui aplikasi halodoc, peserta vaksin wajib membawa kartu tanda penduduk KTP DKI Jakarta asli. Lalu wajib datang dengan pendamping demi keamanan pasien usai vaksin, menggunakan pakaian yang mudah dilipat di bagian lengan, mematuhi protokol kesehatan, dan menggunakan kendaraan.

Pemberian vaksin bagi lansia dilakukan dua kali dengan rentang jarak waktu 28 hari. Perlu diperhatikan bahwa pemberian vaksin ini tak dapat diberikan pada orang yang pernah mengidap Covid-19 dalam kurun waktu tiga bulan.

Lalu pengidap gejala infeksi saluran pernafasan akut, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, dan saluran pencernaan kronis. Serta penderita diabetes melitus tipe D.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi