Nalar.ID

Belajar dari Bus Maut di Sukabumi, Ini Tips Menyetir di Turunan

Nalar.ID, Sukabumi – Kecelakaan bus wisata di tikungan maut jalan alternatif Cikidang – Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9) menyita perhatian Tanah Air. Bus terjun ke dalam jurang sedalam 30 meter. Tercatat, 21 orang tewas, 18 lainnya luka-luka. Polisi masih mencari tersangka kecelakaan tersebut.

Banyak faktor penyebab kecelakaan kendaraan di jalan menurun. Mulai dari sopir mengantuk, pengemudi lalai, jalan yang buruk, hingga kondisi kendaraan tak laik jalan.

Mengutip situs resmi toyota.astra.co.id, Senin (10/9), kecelakaan di turunan umumnya faktor rem blong. Bagi pengemudi yang tak pandai mengendalikan kendaraan akan merasa panik jika menghadapi situasi ini.

Pengemudi harus paham teknik berkendara di jalan menurun. Tujuannya, menghindari kecelakaan fatal. Berikut kiat mengendarai mobil transmisi manual di jalan menurun:

PERTAMA, mesin harus dalam kondisi menyala. Lalu, tempatkan gear di posisi paling rendah. Engine brake bisa digunakan untuk mengurangi laju kendaraan saat menurun. Setelah itu, kendalikan lingkar kemudi dan jangan menginjak pedal gas.

KEDUA, menempatkan posisi gear paling rendah juga tetap berlaku untuk mobil transmisi otomatis. Perlu diingat, saat mobil di jalan menurun, mesin tetap selalu aktif. Alasannya, agar engine brake bisa dilakukan untuk mengurangi laju kendaraan. Hal pertama adalah menempatkan tongkat transmisi berada di posisi 2 atau L (low).

KETIGA, untuk L (low) sangat berguna melintasi turunan curam karena L merupakan transmisi dengan kecepatan paling rendah. Hindari turunan dengan transmisi pada D. Kuatir mobil akan melaju terlalu cepat.

KEEMPAT, saat turunan, pengemudi jangan menempatkan tuas transmisi ke posisi N (netral) karena tidak ada yang menahan laju mesin. Transmisi posisi L juga bisa digunakan saat mobil berada di pertengahan tanjakan. Cara ini bisa mengatur kecepatan kendaraan setelah rem tidak berfungsi.

Penulis: Baktian Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi