Nalar.ID

Belajar Resiliensi dari Komodo, Kominfo Dorong Adaptasi Digital

Nalar.ID, Jakarta – Labuan Bajo yang terkenal dengan keindahan, menawarkan lebih dari sekadar pemandangan yang memesona.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan sejarah dan keberadaan Komodo akan jadi cermin ketangguhan adaptasi dan resiliensi yang bisa digunakan menghadapi digitalisasi.

“Itu bisa mengajari kita banyak hal tentang kekuatan, ketahanan, atau kemampuan bertahan hidup adaptif. Labuan Bajo lebih dari sekadar tempat indah di Indonesia. Tempat ini bersama penduduknya, endemik Komodo yang menyerupai Naga dan banyak warisan budayanya,” ucap Menkominfo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, belum lama ini.

Menteri Johnny menjelaskan keberadaan Komodo, hewan serupa naga yang pertama kali diakui secara global tahun 1910. Menurutnya, sejak itu ilmuwan di seluruh dunia telah mendalilkan bagaimana makhluk purba yang hidup di sekitar bumi 83,9 juta tahun lalu, masih bertahan.

Fosil hidup dengan keindahan dan ukuran yang lebih besar menguasai alam Pulau Komodo dan daratan di sekeililingnya.  

Menkominfo menyatakan semangat adaptasi dan bertahan hidup yang ditunjukkan Komodo lebih dibutuhkan di zaman digital. Apalagi saat ini, setiap orang telah dan masih menghadapi dunia yang terus berubah serta tantangan yang mendorong manusia selalu beradaptasi dan bertahan.

“Contoh survivabilitas adaptif semangat lebih dibutuhkan di zaman digital. Di sini saya dapat mengatakan bahwa semangat seperti itu dibutuhkan juga di era digital saat ini,” tandasnya.

Dalam kisah Flores Barat dan sejarah Komodo purba, kemampuan beradaptasi dan bertahan hidup membutuhkan banyak waktu dan usaha.

Oleh karena itu, Menteri Johnny menilai kolaborasi menjadi satu-satunya cara bertahan hidup agar dapat bertahan menghadapi tantangan digital saat ini dan masa depan.

Menkominfo menegaskan kolobarasi merupakan langkah yang relevan dengan upaya kolektif untuk membawa dunia beradaptasi dan bertahan dalam transisi ke era digital.

Menteri Johnny menyatakan upaya meningkatkan kemampuan bertahan hidup selama disrupsi digital menjadi penting dan dapat diadaptasi dari situasi di Labuan Bajo.

“Saya harap sambutan singkat saya dapat melukiskan gambaran yang lebih bermakna tentang pengalaman kita semua selama di Labuan Bajo, Pulau Flores Barat,” ujarnya.

Menkominfo juga mengharapkan delegasi negara anggota G20 akan dapat mengikuti pertemuan DEWG selanjutnya di Agustus yang berlangsung di Pulau Bali.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi